PAMEKASAN, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun 32 modul rumah ikan di Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, sebagai upaya meningkatkan hasil tangkapan nelayan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.
Program tersebut menyasar nelayan pesisir melalui penyediaan habitat buatan yang berfungsi sebagai tempat berlindung, berkembang biak, dan mencari makan berbagai jenis ikan. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (4/7/2026).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan) Kabupaten Pamekasan Abdul Fata mengatakan seluruh rumah ikan telah ditenggelamkan oleh tim penyelam dari Diskan Provinsi Jawa Timur dengan dukungan masyarakat nelayan setempat.
“Para nelayan yang menjadi sasaran penerima bantuan rumah ikan ini adalah para nelayan di Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu,” ujar Abdul Fata, Jumat (3/7).
Menurutnya, pembangunan rumah ikan merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan sekaligus meningkatkan produktivitas perikanan tangkap.
Ia menjelaskan, program tersebut juga bertujuan mengubah pola penangkapan ikan agar lebih ramah lingkungan dan mengurangi praktik penangkapan yang merusak ekosistem laut.
“Sebab, selama ini ditemukan ada pola penangkapan ikan yang dilakukan oknum nelayan yang tidak ramah lingkungan, seperti menggunakan bahan peledak maupun jaring pukat harimau,” katanya.
Pemprov Jatim berharap keberadaan rumah ikan mampu menjadi lokasi berkembangnya berbagai jenis ikan sehingga hasil tangkapan nelayan meningkat tanpa merusak lingkungan pesisir.
Abdul Fata menambahkan, bantuan pembangunan rumah ikan di Desa Pegagan merupakan kelanjutan program tahun 2025 yang sebelumnya diberikan kepada nelayan di Desa Branta, Kecamatan Tlanakan.
Pada tahun anggaran 2026, program serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Sampang dan Bangkalan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan di wilayah Madura. (ivan)