Pemerintah Pusat Bangun Tiga Flyover Baru untuk Integrasi SRRL Surabaya

pemerintahan | 18 Juli 2026 18:35

Pemerintah Pusat Bangun Tiga Flyover Baru untuk Integrasi SRRL Surabaya
Nyono, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, memberikan keterangan terkait rencana pembangunan tiga flyover baru di Surabaya yang akan mendukung proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL).(dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah pusat akan membangun tiga flyover baru di Kota Surabaya sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan Surabaya Regional Railway Line (SRRL), proyek transportasi berbasis kereta rel listrik yang ditujukan untuk memperkuat konektivitas kawasan aglomerasi Surabaya Raya. (dok suarasurabaya)

 

SURABAYA, PustakaJC.co - Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengatakan, tiga flyover yang direncanakan dibangun berada di kawasan Ambengan, Pahlawan, dan Bung Tomo. Ketiga proyek tersebut menjadi bagian dari dukungan infrastruktur terhadap pengembangan SRRL yang saat ini masih dalam tahap perencanaan teknis.

 

Menurutnya, pembangunan ketiga flyover tersebut berada di luar proyek Flyover Taman Pelangi di Jalan Ahmad Yani yang saat ini ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Dilansir dari suarasurabaya.net, Sabtu, (18/7/2026).

 

“Pembangunan ketiga flyover tersebut akan berjalan secara simultan dengan pengerjaan fisik SRRL dalam rentang waktu 2027, 2028, hingga 2029,” kata Nyono saat dikonfirmasi, Sabtu, (18/7/2026).

 

 

 

Ia menjelaskan, pendanaan pembangunan flyover akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Keberadaan flyover dinilai penting untuk mengurangi perlintasan sebidang sekaligus mendukung kelancaran operasional layanan kereta regional yang nantinya melayani mobilitas masyarakat Surabaya, Sidoarjo, dan wilayah sekitarnya.

 

Nyono menuturkan, untuk pelaksanaan SRRL Fase 1A yang menghubungkan Stasiun Surabaya Gubeng hingga Stasiun Sidoarjo, tahapan pekerjaan akan diawali dari sektor hulu melalui penataan Depo Sidotopo.

 

Saat ini, proses pengembangan proyek masih berada pada tahap penyusunan dan pematangan Detail Engineering Design (DED) yang dikerjakan oleh Chodai, perusahaan konsultan asal Jepang.

 

Menurut Nyono, penyelesaian DED menjadi salah satu tahapan penting sebelum proyek memasuki fase konstruksi yang direncanakan dimulai pada awal 2027.

 

 

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menargetkan SRRL Fase 1A sepanjang 37 kilometer dapat selesai dan mulai beroperasi pada 2029. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi transportasi massal yang lebih cepat, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat di kawasan metropolitan Surabaya.

 

“Target pemerintah pusat proyek SRRL fase pertama bisa selesai pada 2029 dan bisa digunakan melayani kebutuhan masyarakat di kawasan aglomerasi. Mulainya awal 2027, mudah-mudahan semua lancar sesuai linimasa,” ujar Nyono. (ivan)