Satriyo menambahkan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi teknis bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan BPBD kabupaten/kota sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau.
BPBD Jatim juga memastikan kesiapan armada dan peralatan pendukung, mulai dari mobil tangki air, kendaraan logistik, pompa air berkapasitas besar hingga peralatan penerangan darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
“Itu juga untuk penanganan kekeringan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau,” jelas Satriyo.
BPBD Jatim mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat serta segera melapor kepada pemerintah desa maupun BPBD setempat apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat selama musim kemarau berlangsung. (ivan)