
Di sisi lain, digitalisasi layanan perpajakan juga memiliki dampak positif terhadap penerimaan daerah. Berdasarkan data Bapenda Jawa Timur, sektor Pajak Kendaraan Bermotor masih menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, kemudahan akses layanan menjadi faktor penting untuk menjaga tingkat kepatuhan wajib pajak sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Hingga saat ini, Bapenda Jatim terus mengembangkan berbagai inovasi pelayanan berbasis teknologi informasi untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Transformasi digital yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga pada upaya menghadirkan birokrasi yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Melalui inovasi cetak mandiri E-TBPKP, Bapenda Jatim tidak hanya menghadirkan kemudahan administratif, tetapi juga membangun budaya pelayanan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital, kehadiran sistem ini menjadi bukti bahwa transformasi birokrasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.