6.925 Hektare Hutan Jatim Direhabilitasi, Perhutanan Sosial Libatkan 120 Ribu KK

pemerintahan | 08 Agustus 2026 18:30

 

 

Tiga Prioritas Kehutanan Jatim hingga Akhir 2026

 

Memasuki paruh kedua 2026, Dinas Kehutanan Jawa Timur menyiapkan tiga fokus utama untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

 

Pertama, dari sisi ekonomi, Dishut Jatim mendorong peningkatan produktivitas hasil hutan melalui pengelolaan hutan lestari sekaligus memperkuat hilirisasi dan UMKM kehutanan.

 

Jumadi mengatakan peningkatan ekonomi sektor kehutanan tidak hanya diarahkan pada peningkatan volume produksi kayu, tetapi juga peningkatan nilai tambah melalui produk jadi.

 

“Targetnya jelas, nilai ekspor tumbuh karena produk jadi yang bernilai tinggi, bukan hanya karena bertambahnya kayu yang ditebang,” ujarnya.

 

Kedua, dari sisi sosial, pemerintah akan memperluas sekaligus memperkuat program perhutanan sosial. Selain pengusulan penambahan luasan, penguatan kelembagaan 438 Kelompok Tani Hutan menjadi perhatian.

 

Kelompok-kelompok tersebut didorong agar tidak berhenti pada status sebagai penerima persetujuan perhutanan sosial, tetapi berkembang menjadi unit usaha yang mandiri, memiliki akses pasar, serta memperoleh akses pembiayaan.

 

“Persetujuan yang sudah diberikan harus berbuah pendapatan nyata bagi masyarakat,” kata Jumadi.