Implementasi Satu Data berbasis NIK turut berjalan beriringan dengan perkembangan sejumlah indikator pembangunan Surabaya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Surabaya meningkat dari 5,76 persen pada 2024 menjadi 5,87 persen pada 2025.
Pada periode yang sama, angka kemiskinan turun dari 3,96 persen menjadi 3,56 persen. Angka tersebut berada di bawah rata-rata kemiskinan Jawa Timur sebesar 9,50 persen dan nasional sebesar 8,47 persen.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun dari 4,91 persen menjadi 4,84 persen. Sementara Gini Ratio yang menggambarkan ketimpangan pendapatan menurun dari 0,380 menjadi 0,369.
Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat dari 70,49 persen menjadi 70,59 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya juga meningkat dari 84,69 menjadi 85,65.