Jatim Kirim Tim SAR dan 100 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

pemerintahan | 18 Agustus 2026 07:28

Jatim Kirim Tim SAR dan 100 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengecek bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan tim pencarian dan pertolongan, tenaga kesehatan, serta bantuan logistik untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tahap awal sebanyak 8,4 ton senilai Rp985,8 juta diberangkatkan dari Surabaya, Senin, (17/8/2026).

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan gotong royong antardaerah dalam membantu penanganan bencana di NTT. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (18/9/2026),

 

“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu,” kata Khofifah di Surabaya, Senin.

 

 

 

Menurutnya, penanganan pascabencana membutuhkan gerak cepat, tepat, dan terkoordinasi agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

 

Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan masyarakat Jatim, Khofifah juga menyampaikan duka cita kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

 

Sebagai langkah awal, BPBD Jawa Timur telah memberangkatkan tujuh personel advance pada Minggu (16/8). Enam personel merupakan bagian dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Urban Search and Rescue (USAR) yang bergabung dengan Basarnas serta unsur potensi pencarian dan pertolongan.

 

Sementara satu personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) ditugaskan untuk membantu pengumpulan serta sinkronisasi data kebencanaan di lapangan.

 

Dukungan juga diberikan melalui pengiriman tim kesehatan dari RSUD Dr Soetomo Surabaya. Tim tersebut terdiri atas empat tenaga medis, termasuk dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat.

 

 

Tim kesehatan turut membawa obat-obatan serta peralatan medis untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat terdampak.

 

Selain personel dan tenaga kesehatan, Pemprov Jatim mengirim bantuan logistik tahap awal sebanyak 8,4 ton dengan nilai Rp985.816.345.

 

Bantuan tersebut meliputi perlengkapan anak, velbed, makanan siap saji, lauk pauk, makanan tambahan gizi, serta berbagai jenis biskuit.

 

“Ini adalah bentuk gotong royong seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Bantuan kita konsolidasikan dari BPBD bersama berbagai PD agar kebutuhan yang paling mendesak bagi saudara-saudara kita di NTT dapat segera dikirimkan,” ujar Khofifah.

 

 

Bantuan tahap pertama diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggunakan KM Dharma Rucitra 8 menuju Pelabuhan Soekarno, Ende. Setelah tiba di Ende, bantuan akan diserahterimakan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT.

 

Khofifah mengatakan bantuan dari Jawa Timur secara keseluruhan diperkirakan mencapai 100 ton. Sebanyak 8,4 ton diberangkatkan pada 17 Agustus 2026, sedangkan bantuan berikutnya direncanakan dikirim pada 20 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo.

 

Pemprov Jatim akan terus menyesuaikan dukungan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.

 

“Duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik. Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga NTT dapat segera bangkit dan pulih dari bencana ini,” kata Khofifah. (ivan)