SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya inovasi menjadi bagian dari budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, pengabdian ASN tidak cukup hanya diukur dari lamanya masa kerja, tetapi juga dari karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Khofifah saat menyematkan Satyalancana Karya Satya (SKLS) kepada 467 ASN Pemprov Jatim di Surabaya, Rabu, (19/8/2026).
Penghargaan tersebut diberikan kepada ASN yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian selama 10, 20, hingga 30 tahun. Penyematan dilakukan dalam dua sesi, masing-masing kepada 222 dan 245 pegawai negeri sipil. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (19/8/2026).
Khofifah mengatakan Satyalancana Karya Satya merupakan tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia atas pengabdian ASN kepada bangsa dan negara.
“Ini tanda kehormatan Presiden Republik Indonesia. Jadi, apa pentingnya kita menyematkan? Supaya panjenengan memahami apa yang sudah panjenengan kontribusikan, dedikasikan, juga abdikan untuk bangsa dan negara itu dicatat dan diberi tanda kehormatan oleh Presiden Republik Indonesia,” kata Khofifah.
Ia menegaskan penghargaan tersebut hendaknya menjadi momentum bagi para penerima untuk terus meningkatkan kontribusi, baik kepada masyarakat, daerah, maupun negara.
Menurut Khofifah, masa pengabdian yang panjang harus berjalan beriringan dengan semangat menghasilkan karya dan inovasi. Ia mendorong ASN agar tidak hanya menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi mampu melihat berbagai persoalan di lingkungan sekitar dan menghadirkan solusi.
Salah satu inovasi yang mendapat apresiasi Khofifah yakni Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang dikembangkan kepala sekolah dan guru SMA, SMK, serta sekolah luar biasa di Jawa Timur.
Program yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk membangun kemandirian dan jiwa kewirausahaan. Di sisi lain, program itu juga diarahkan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.
“Bapak dan Ibu guru sudah melakukan sesuatu yang insyaallah tidak hanya memberikan nilai tambah bagi ekonomi di sekolah masing-masing, tetapi bagaimana kemudian kita menjadi bagian dari penguat program ketahanan pangan yang oleh Presiden Prabowo terus digaungkan,” ujarnya.
Khofifah menyebut hasil pengembangan program SIKAP telah diperkenalkan kepada masyarakat dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026).
Berbagai hasil pertanian, buah-buahan, hingga produk pangan olahan ditampilkan dan dibagikan kepada tamu undangan serta masyarakat. Salah satunya keripik ikan patin hasil produksi SMKN 1 Tulungagung yang menggunakan identitas produk SIKAP.
Khofifah berharap praktik baik tersebut dapat diperluas dan diterapkan di berbagai sekolah, perangkat daerah, serta unit kerja di lingkungan Pemprov Jatim.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah. Menurutnya, sampah perlu dikelola sedekat mungkin dari sumbernya agar dapat mengurangi volume sampah yang dibawa menuju tempat pemrosesan akhir.
Khofifah menegaskan inovasi tidak harus selalu diwujudkan dalam program berskala besar. Menurutnya, inovasi dapat dimulai dari persoalan sederhana yang ditemui dalam pekerjaan sehari-hari.
Karena itu, ia meminta semangat berinovasi terus dibangun sebagai bagian dari budaya kerja ASN Pemprov Jatim. Dengan demikian, setiap tugas dan pengabdian yang dilakukan ASN diharapkan dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak para penerima Satyalancana Karya Satya untuk mendoakan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang tengah mengalami musibah.
Ia berharap masyarakat yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Sementara bagi warga yang sedang sakit, Khofifah mendoakan agar segera diberikan kesembuhan serta masyarakat terdampak diberi kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut. (ivan)