SURABAYA, PustakaJC.co - Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelar program bakti sosial dan kemanusiaan berskala masif bertajuk "Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur".
Menggunakan kapal perang KRI Makassar 590 milik TNI AL, rombongan diberangkatkan menuju Kabupaten Sumenep guna menyalurkan berbagai intervensi bantuan sosial dan layanan masyarakat. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (14/9/2026).
Rombongan bertolak dari Pangkalan Koarmada II Surabaya pada Selasa, (13/10/2026) sore dan dijadwalkan tiba di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, untuk melaksanakan puncak rangkaian acara pada Rabu, (14/10/2026).
Misi kemanusiaan ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi antara Pemprov Jatim, TNI AL—khususnya Kodaeral V dan Koarmada II—serta Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa orientasi peringatan hari jadi tahun ini difokuskan penuh pada keberdampakan langsung dan pelayanan masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan intervensi khusus.
"Prinsipnya, tahun ini program kegiatan difokuskan untuk berdampak langsung dan melayani masyarakat. Seluruh kegiatan bakti sosial dipusatkan di Pantai Slopeng, Sumenep, dengan skala yang masif," ujar Adhy sesaat sebelum bertolak dari Surabaya.
Selama bertolak menuju ujung timur Pulau Madura, para peserta pelayaran mengisi waktu dengan sarasehan bertajuk "Jatim Gerbang Baru Nusantara: The Next Level" serta ibadah bersama.
Setibanya di lokasi sasaran pada 14 Oktober 2026, Pemprov Jatim bersama tim gabungan menggelar beragam program sosial dan kesehatan komprehensif, di antaranya:
- Layanan Kesehatan & Kesejahteraan: Khitanan massal, cek kesehatan gratis, omah terapi, penanganan dan pencegahan stunting, penyaluran alat bantu mobilitas disabilitas, hingga program PKH Plus Lansia.
- Bantuan Ekonomi & Pangan: Pasar murah, zakat produktif, bantuan pemberdayaan nelayan, penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan), serta program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP).
- Infrastruktur & Layanan Publik: Perbaikan rumah tidak layak huni (bedah rumah), penyediaan air bersih, fasilitas dapur airku, pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga layanan perpustakaan keliling.
Adhy menjelaskan, pemilihan Kabupaten Sumenep dan Pulau Madura sebagai pusat bakti sosial didasarkan pada evaluasi indikator sosial. Indeks kemiskinan dan tingkat kesehatan di wilayah Madura dinilai masih berada di bawah rata-rata provinsi, sehingga memerlukan akselerasi intervensi.
Kolaborasi ini juga mencatatkan sejarah baru karena menjadi momentum pertama Pemprov Jatim bekerja sama secara langsung dengan tim kesehatan Armada dan Koarmada dalam skala besar.
Ke depan, Pemprov Jatim berkomitmen menjadikan bakti sosial terpadu ini sebagai agenda reguler. Program percepatan kesejahteraan serupa tidak hanya berhenti di Madura, tetapi juga akan menyasar wilayah kantong kemiskinan lainnya di Jawa Timur, seperti Malang bagian selatan, Jember, dan Situbondo. (ivan)