Bencana Beruntun Warnai Oktober, BPBD Jatim Tangani Kekeringan hingga Erupsi Semeru

pemerintahan | 05 November 2026 05:02

Bencana Beruntun Warnai Oktober, BPBD Jatim Tangani Kekeringan hingga Erupsi Semeru
Dok pustakajc

SURABAYA, PustakaJC.co – Dinamika kebencanaan di Jawa Timur sepanjang Oktober 2026 menunjukkan kompleksitas ancaman yang harus dihadapi pemerintah daerah. Di tengah penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejumlah wilayah mulai dilanda banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru turut menambah tantangan penanggulangan bencana di wilayah tersebut.

 

Data kumulatif BPBD Jawa Timur periode Januari-Oktober 2026 mencatat 187 kejadian karhutla di 27 kabupaten/kota dengan total luas area terbakar mencapai 11.895,35 hektare. Sementara kekeringan berdampak pada 926 desa di 260 kecamatan, mencakup 489.608 kepala keluarga (KK) atau 1.582.627 jiwa.

 

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyebut kawasan pegunungan seperti Bromo Tengger Semeru, Lawu, Arjuno-Welirang, Argopuro, dan Ijen menjadi wilayah yang rawan karhutla.

 

“Faktor penyebab kebakaran di kawasan pegunungan ini beragam, mulai dari aktivitas manusia seperti kelalaian, api unggun, dan pembukaan lahan, hingga faktor alam akibat kekeringan dan gesekan ranting,” kata Gatot, 2 November 2026.

 

Untuk mengantisipasi kebakaran baru, BPBD Jatim memperkuat pemantauan titik panas melalui satelit, pengerahan satuan tugas darat, serta kesiapan operasi pemadaman udara menggunakan helikopter.