Bidik Pasar Internasional, Khofifah Perkuat Bank Jatim dengan Raksasa Syariah Malaysia

parlemen | 03 Mei 2026 06:18

Bidik Pasar Internasional, Khofifah Perkuat Bank Jatim dengan Raksasa Syariah Malaysia
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat bertemu CEO Maybank Islamic Berhad Mohamad Yasin bin Abdullah di sela-sela kegiatan Misi Dagang dan Investasi di Malaysia. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mendorong penguatan sektor keuangan daerah dengan menggandeng Maybank Islamic Berhad. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas jangkauan Bank Jatim ke pasar internasional, khususnya dalam pengembangan keuangan syariah dan ekosistem halal.

 

Kerja sama tersebut mencakup penguatan layanan keuangan berbasis syariah, pengembangan industri halal, hingga optimalisasi layanan remitansi bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Dilansir dari antaranews.com, Minggu,, (3/5/2026).

 

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari aliansi strategis yang tidak hanya berorientasi komersial, tetapi juga memperkuat layanan keuangan yang inklusif dan berbasis nilai,” ujar Khofifah, Kamis, (30/4/2026).

 

 

Ia menegaskan, penguatan Bank Jatim tidak cukup hanya dari sisi ekspansi bisnis, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama pada unit usaha syariah.

 

“SDM di unit usaha syariah harus memiliki latar belakang Islamic finance yang kuat, bukan sekadar peralihan dari sistem konvensional. Ini penting untuk menjaga kualitas dan integritas layanan,” tegasnya.

 

Menurut Khofifah, sinergi ini juga akan memperkuat posisi Bank Jatim dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama lima bank pembangunan daerah lainnya. Melalui skema ini, Bank Jatim diharapkan mampu memperluas captive market, meningkatkan kolaborasi antarwilayah, serta memperbesar skala ekonomi layanan.

 

 

Di sisi lain, transformasi digital turut menjadi fokus. Pengembangan J-Connect generasi ketiga disiapkan untuk memperluas inklusi keuangan, termasuk menjangkau masyarakat Jawa Timur yang berada di luar negeri.

 

“Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi Bank Jatim menjadi institusi keuangan yang adaptif, kompetitif, dan menjangkau lebih luas,” kata Khofifah.

 

Sementara itu, CEO Maybank Islamic Berhad Mohamad Yasin bin Abdullah menyebut Jawa Timur sebagai wilayah yang sangat strategis untuk pengembangan keuangan syariah global.

 

“Maybank Group saat ini merupakan salah satu Islamic banking terbesar di dunia. Jawa Timur memiliki potensi besar, baik dari sisi demografi maupun geostrategis,” ujarnya.

 

 

 

Ia juga menyoroti besarnya peluang industri halal sebagai penggerak utama ekspansi keuangan syariah. Menurutnya, sinergi dengan Jawa Timur dapat mendorong terbentuknya ekosistem halal yang lebih komprehensif dan berdaya saing global.

 

Selain itu, pengembangan layanan remitansi menjadi salah satu fokus utama kerja sama. Layanan ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan efisiensi transaksi lintas negara, khususnya bagi PMI asal Jawa Timur dan wilayah KUB.

 

Dengan kolaborasi ini, Bank Jatim ditargetkan tidak hanya kuat di tingkat regional, tetapi juga mampu bersaing di panggung global sebagai pemain keuangan syariah yang modern dan inklusif. (ivan)