SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Khofifah Indar Parawansa membangun kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memperkuat riset serta mempercepat hilirisasi inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Khofifah saat menerima audiensi Kepala BRIN Arif Satria di Gedung Negara Grahadi, Sabtu, (9/5/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jatim.
Khofifah mengatakan, penguatan ekosistem riset dan inovasi menjadi langkah strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing daerah dan nasional.
“Pertemuan ini menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Jawa Timur sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna, khususnya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” kata Khofifah.
Menurutnya, pemanfaatan berbagai produk inovasi hasil riset, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi harus diperkuat agar memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Khofifah menegaskan, hasil riset tidak boleh berhenti di laboratorium, tetapi harus dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas sehingga memberi dampak ekonomi maupun sosial secara langsung.
“Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pemanfaatan riset dan inovasi. Maka yang terpenting adalah bagaimana hasil riset dapat diakses, dimanfaatkan, dan dikembangkan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemprov Jatim akan memperkuat kolaborasi bersama BRIN untuk mengenali dan mengembangkan berbagai potensi inovasi sehingga mampu mempercepat hilirisasi hasil riset.
Khofifah menyebut BRIN memiliki sekitar 6.000 kekayaan intelektual yang sebagian telah memiliki hak paten dan tersimpan dalam database nasional. Inovasi tersebut mencakup sektor pangan, kesehatan, energi, lingkungan, teknologi maritim hingga pengolahan limbah.
“BRIN ini punya ribuan produk inovasi mulai riset tentang kedaulatan pangan, ketahanan energi, kesehatan, penguatan industri strategis, dan banyak lainnya,” imbuhnya.
Salah satu peluang kolaborasi yang dibahas dalam pertemuan itu adalah pengembangan sektor kesehatan bersama RSUD Dr. Soetomo.
Khofifah mengatakan, pihaknya sengaja menghadirkan Direktur RS Soetomo Prof. Cita guna menjajaki kerja sama riset layanan kesehatan dengan BRIN.
Menurutnya, salah satu inovasi unggulan BRIN yang berpotensi dikembangkan bersama adalah teknologi “Implan Tulang”, yakni material rekonstruksi tulang akibat cedera dengan kualitas tinggi.
“Ada salah satu produk unggulan riset dan inovasi milik BRIN namanya Implan Tulang. Produk inovasi dan teknologi kesehatan seperti ini bisa jadi peluang kolaborasi,” jelasnya.
[halamqn]
Selain sektor kesehatan, kerja sama juga diarahkan pada sektor pangan melalui inovasi food saver, teknologi penyimpanan hemat energi untuk menjaga kualitas beras, telur, dan komoditas pangan lainnya agar lebih tahan lama.
Khofifah menilai teknologi tersebut penting untuk mendukung efisiensi distribusi pangan sekaligus menjaga kualitas produk pertanian dan hortikultura.
“Produk yang rentan busuk seperti buah-buahan yang cenderung cepat busuk juga bisa menggunakan inovasi seperti ini sehingga produk bisa tetap fresh dan segar,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem riset dan percepatan hilirisasi inovasi di daerah.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas dukungannya kepada kami untuk saling berkolaborasi dengan BRIN khususnya memperkuat riset dan mendorong hilirisasi inovasi,” kata Arif.
Ia menegaskan, BRIN akan terus membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah agar hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan, tetapi benar-benar diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kedepan, masukan strategis terkait teknologi dan inovasi akan terus kami kembangkan, tentu dengan bekerja sama dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah sehingga hasilnya bisa benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (ivan)