Untuk dukungan relawan, Pemprov Jatim juga akan mempertimbangkan kebutuhan secara cermat. Khofifah menegaskan, keberadaan relawan harus memberikan manfaat dan tidak menjadi beban tambahan bagi daerah yang tengah melakukan penanganan bencana.
“Selain itu, perlu identifikasi apakah masih dibutuhkan tambahan relawan karena jangan sampai tambahan relawan menjadi beban,” imbuhnya.
Hal serupa diterapkan dalam rencana pendirian posko. Pemprov Jatim terlebih dahulu akan melihat kondisi dan keberadaan posko yang sudah berjalan di daerah terdampak.
Jika sistem yang telah tersedia masih dapat diperkuat, personel dan sumber daya dari Jawa Timur akan diarahkan untuk bergabung dan memperkuat sistem tersebut.
“Kita tidak boleh menambah beban daerah yang pada dasarnya sudah memiliki tim yang sudah eksis sehingga kita sebetulnya bisa memberikan penguatan. Tetapi opsi untuk kemungkinan kita menyiapkan posko itu sudah kita bahas,” tegas Khofifah.