Tidak hanya kebutuhan fisik, Pemprov Jatim juga memberi perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat terdampak gempa. Dinas Sosial Jatim disiapkan untuk memberikan dukungan trauma healing dan trauma konseling bagi masyarakat yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.
Khofifah mengatakan, pemulihan trauma pascabencana membutuhkan tenaga yang memiliki keterampilan khusus agar proses pendampingan dapat dilakukan secara tepat.
“Dinas Sosial kita siapkan untuk trauma healing yang mestinya memang mendapatkan penguatan ketika terjadi bencana alam, longsor, banjir atau gempa,” jelasnya.
Menurut Khofifah, proses pemulihan masyarakat pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tempat tinggal, kesehatan dan logistik. Pemulihan mental serta rasa aman masyarakat juga menjadi bagian penting agar warga dapat kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan lingkungan.
Khofifah menegaskan, seluruh dukungan yang diberikan Jawa Timur merupakan wujud solidaritas antarsesama anak bangsa. Ia berharap bantuan yang telah dikirim dapat segera diterima dan dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga yang tertimpa musibah, yang meninggal semua dapat tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Kemudian yang sedang dirawat di rumah sakit segera sembuh dan yang lain mudah-mudahan tetap semangat melanjutkan kehidupan mereka bersama keluarga,” pungkasnya. (ivan)