Pria yang sejak lahir diberi nama Masyudul Haq ini juga sosok yang berperan dalam perjuangan buruh di Hindia Belanda. Kiprahnya terekam pada masa aktif di Sarekat Islam (SI) bersama HOS Tjokroaminoto.
Salim dan Tjokroaminoto, sebagai petinggi SI dikenal sebagai dwi tunggal yang dianggap figur utama anti faksi SI Semarang seperti Semaun, Darsono, Bergsma, dan Sneevliet yang memang berhaluan komunis.
Ruth T McVey dalam Kemunculan Komunisme Indonesia menyebut kedua tokoh ini sibuk dengan reorganisasi SI yang membuat pihak komunis tidak senang sehingga dianggap sebagai musuh yang paling berbahaya.