Menurut Salim, masih ada kaum pemilik modal yang baik, khususnya para pemilik modal dari kalangan pribumi yang masih memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya dan tidak sewenang-wenang.
“Hal ini berbeda dengan pandangan Karl Marx yang diadopsi oleh kaum komunis bahwa selama masih ada kaum pemilik modal maka buruh tidak akan sejahtera, dan tugas kaum buruh adalah bersatu untuk merebut modal itu dan menjalankannya bersama-sama,” tulisnya dalam artikel berjudul Haji Agus Salim dalam Pusaran Gerakan Buruh.
Perhatian Salim terhadap buruh dan perlawanan terhadap kapitalisme dia lakukan secara konsisten. Kustiniyati Mochtar dalam Agus Salim Manusia Bebas menuliskan beberapa peranan besar yang dilakukan Salim dalam perjuangan membela kaum buruh.
Misalnya saat Salim sebagai pemimpin surat kabar Fadjar Asia membuatnya harus turun ke lapangan sendiri, masuk ke daerah-daerah perkebunan di pedalaman Pulau Jawa, Sumatra, maupun Kalimantan.