Menurutnya, selama ini banyak yang salah sangka bahwa nama “al-Qudsiy” dalam nama Syekh Abdul Hamid merujuk ke Palestina. “Padahal jelas disebutkan dalam muqaddimah kitab Irsyad al-Muhtadi ila Kifayatil Mubtadi, bahwa al-Qudsiy adalah nisbat ke Kudus—dengan dua dhammah—yakni kota terkenal di tanah Jawa,” terang Gus Nanal.
Kitab tersebut merupakan syarah dari Kifayatul Mubtadi, karya ayahnya sendiri. Dari penjelasan itu, terbukti bahwa Syekh Abdul Hamid tidak hanya berdarah Kudus, tetapi juga dengan sadar mengakuinya dalam karya tulisnya.
Tak hanya dikenal di Hijaz, pengaruh Syekh Abdul Hamid juga sampai ke berbagai wilayah di Indonesia. Ia tercatat pernah menjadi guru dari sejumlah ulama besar di Nusantara, seperti:
•Mama Sempur dari Purwakarta,
•Habib Ali Al-Habsyi dari Kwitang, Jakarta,
•Syekh Mukhtar Ath-Tharid dari Bogor,
•Hingga KH Kholil bin Harun dari Kasingan, Rembang.