SURABAYA, PustakaJC.co — Tak banyak yang tahu, sebelum menjadi salah satu pesantren terbesar di Indonesia, kawasan Sukorejo, Situbondo dulu adalah hutan belantara yang dianggap angker. Tak seorang pun berani masuk ke wilayah itu, hingga pada tahun 1908 M, seorang ulama bernama Raden Syamsul Arifin bersama putranya, KH. As’ad Syamsul Arifin, datang untuk membuka lahan dan mendirikan pondok pesantren.
Kini, lebih dari seabad kemudian, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo menjadi simbol kebangkitan pendidikan Islam di Jawa Timur. Tahun ini, pesantren tersebut kembali menorehkan prestasi dengan meraih Pesantren Award 2025 kategori Pesantren Transformatif, atas inovasi di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Berdirinya pesantren ini berawal dari hasil istikharah KH. As’ad Syamsul Arifin. Setelah mendapat petunjuk, beliau bersama beberapa santri dari Madura membabat hutan di Dusun Sukorejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.