Kiai Afif dikenal sebagai murid kesayangan Kiai As’ad. Bahkan sejak usia sekitar 20 tahun, ia telah dipercaya mengajar berbagai kitab kuning, mulai dari fiqih, ushul fiqih hingga nahwu dan sharaf.
Kini, ia aktif sebagai Wakil Pengasuh bidang pengembangan keilmuan di pesantren Sukorejo serta menjabat Naib Mudir di Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo. Selain mengajar santri, ia juga sering diundang sebagai narasumber dalam forum seminar nasional maupun internasional.
Salah satu pemikiran penting Kiai Afif adalah konsep fiqih tata negara. Dalam bukunya Fiqih Tata Negara, ia menjelaskan bahwa pembentukan negara bukan tujuan utama syariat Islam, melainkan sarana (wasilah) untuk mewujudkan tujuan agama.
Menurutnya, keberadaan negara diperlukan agar umat Islam dapat menjalankan ajaran agama secara aman dan tertib.