Menurut putranya, KH. Cholil Bisri, jumlah karya KH Bisri Mustofa mencapai sekitar 176 kitab dan tulisan.
Karya-karya tersebut ditulis dalam berbagai bahasa, mulai dari bahasa Jawa dengan huruf Pegon, bahasa Indonesia, hingga bahasa Arab.
Di antara seluruh karyanya, Tafsir Al?Ibriz menjadi yang paling terkenal karena menggunakan bahasa Jawa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Tafsir ini menggabungkan pendekatan bahasa, fiqih, dan tasawuf sehingga mudah dipahami oleh kalangan pesantren maupun masyarakat umum.
KH Bisri Mustofa wafat pada 17 Februari 1977, kurang dari sepekan sebelum masa kampanye Pemilu 1977 berakhir. Meski telah wafat, pemikiran dan karya-karyanya masih terus dipelajari hingga kini.
Warisan intelektualnya menjadikan KH Bisri Mustofa sebagai salah satu ulama NU yang memberi kontribusi besar bagi perkembangan keilmuan Islam di Indonesia. (ivan)