Tokoh Nahdlatul Ulama

Biografi Gus Kikin Tokoh Jatim Kandidat Ketua Umum PBNU

tokoh | 24 Juli 2026 07:47

Biografi Gus Kikin Tokoh Jatim Kandidat Ketua Umum PBNU
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

SURABAYA, PustakaJC.co – Nama KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin menjadi salah satu tokoh yang masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

 

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu diusung secara resmi oleh PWNU bersama 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Gus Kikin menegaskan, pencalonannya bukan berangkat dari keinginan pribadi, melainkan amanah organisasi yang harus dijalankan. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (24/7/2026).

 

“Semula saya tidak ada niat untuk mencalonkan diri. Namun karena ini merupakan keputusan, penugasan, dan amanah dari PWNU serta PCNU se-Jawa Timur, maka bismillah saya siap menjalankannya,” ujar Gus Kikin.

 

 

 

Gus Kikin lahir di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Kabupaten Jombang, pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan cicit pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

 

Silsilah keluarganya memiliki hubungan erat dengan sejarah berdirinya NU. Ibundanya, Nyai Hj Abidah Ma’shum, merupakan putri Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH Hasyim Asy’ari. Sementara ayahnya, KH Mahfudz Anwar, dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang yang wafat pada 20 Mei 1999.

 

Selain itu, Gus Kikin juga merupakan sepupu Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Anwar Manshur.

 

Sejak kecil, Gus Kikin menempuh pendidikan agama di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Ampel. Ia kemudian memperdalam ilmu keislaman di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.

 

 

 

Untuk pendidikan formal, ia mengawali studi di Madrasah Ibtidaiyah Parimono pada 1963–1970, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Jombang dan SMA Negeri 2 Jombang.

 

Berbeda dari kebanyakan kiai, Gus Kikin juga menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta. Pada 2013, ia kembali melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka.

 

Menjelang Muktamar Ke-35 NU, nama Gus Kikin resmi diusung sebagai calon Ketua Umum PBNU melalui keputusan rapat pleno gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur bersama seluruh PCNU se-Jawa Timur.

 

 

Menurut Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir, keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah internal organisasi tanpa campur tangan pihak lain.

 

“Penugasan ini murni hasil keputusan rapat Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur. Seluruh 45 PCNU se-Jawa Timur solid menyatukan suara dan siap mengusung Gus Kikin pada Muktamar mendatang,” katanya.

 

Gus Kikin menyatakan akan memanfaatkan waktu menjelang Muktamar untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan berbagai gagasan strategis bagi masa depan Nahdlatul Ulama.

 

Menurutnya, kepengurusan baru nantinya harus mampu menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan organisasi dan kemaslahatan umat.

 

“Kita berusaha sebaik mungkin mengikuti tradisi-tradisi dari dulu yang sangat kuat dan itu yang harus kita jaga, kita lanjutkan, kita teruskan. Karena konsep NU itu harus masuk ke dalam organisasi NU dengan penuh kasih sayang,” ujarnya.

 

Selain Gus Kikin, sejumlah nama juga masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, di antaranya KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), dan Hery Haryanto Azumi. (ivan)