Inspirasi berkarya tanpa mengenal usia

Mansyur HB Pelukis Tiga Generasi yang Setia Mengabadikan Indonesia Lewat Kanvas

tokoh | 31 Juli 2026 07:56

Mansyur HB Pelukis Tiga Generasi yang Setia Mengabadikan Indonesia Lewat Kanvas
Mansyur HB, pelukis NU. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co – Nama Mansyur HB menjadi salah satu sosok pelukis yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia seni rupa Indonesia. Lahir di tengah gejolak Revolusi Kemerdekaan, ia mampu bertahan dan terus berkarya melewati tiga periode pemerintahan, yakni Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi.

 

Mansyur HB lahir pada Juni 1946 di Kediri ketika sang ibu, Salma Saghimah, tengah mengungsi akibat perang mempertahankan kemerdekaan. Ayahnya, Hasan Basri, merupakan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang sempat terlibat dalam perjuangan melawan pasukan Sekutu sebelum kembali bekerja sebagai tukang sol sepatu di Surabaya. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (31/7/2026).

 

Kondisi perang membuat ibunya harus berpindah-pindah tempat dengan menumpang truk saat sedang mengandung. Pengalaman itu, menurut Mansyur, turut memengaruhi kondisi fisiknya sejak lahir. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena tangan kanannya berkembang sempurna dan menjadi alat utama yang mengantarkannya menorehkan ribuan karya seni.

 

Sejak kecil, Mansyur tumbuh dalam lingkungan religius. Ia belajar mengaji kepada orang tuanya, kemudian berguru kepada KH Ridwan Abdullah, ulama yang dikenal sebagai pencipta lambang Nahdlatul Ulama. Di lingkungan pesantren itulah kecintaannya terhadap dunia lukis mulai berkembang.