Pengalaman mendampingi Hadratussyekh menjadi bekal berharga bagi Zen Syukri. Dari perjalanan dakwah tersebut, ia belajar bagaimana melayani masyarakat, berdialog dengan para kiai, hingga menyampaikan pengajian kepada umat.
Sekitar tiga tahun menimba ilmu di Tebuireng, Zen Syukri berpamitan untuk kembali ke Palembang pada 1939. Sebelum pulang, KH Hasyim Asy’ari memberikan pesan yang terus dipegang teguh sepanjang hidupnya.
“Namamu hanya Muhammad Zen Syukri, tanpa gelar apa-apa, hanya gelar abdullah (hamba Allah), yang patut diharapkan dari Allah.”