Pemikiran Islam dan Teologi Kontemporer

Hassan Hanafi: Menghubungkan Iman dengan Perubahan Sosial

tokoh | 27 Agustus 2026 09:42

 

Kritik terhadap Teologi Tradisional

 

Hassan Hanafi memberikan perhatian besar terhadap posisi teologi tradisional dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, teologi klasik lahir dalam konteks sejarah tertentu, terutama ketika sistem kepercayaan Islam menghadapi pengaruh berbagai sekte dan kebudayaan lama.

 

Para teolog kemudian menyusun kerangka konseptual dengan menggunakan bahasa dan kategori pemikiran yang berkembang pada zamannya. Tujuannya adalah mempertahankan doktrin utama Islam sekaligus menjaga kemurniannya.

 

Namun, kritik Hanafi diarahkan pada minimnya dimensi sejarah dalam teologi tradisional. Menurutnya, pembicaraan tentang Tuhan tidak cukup jika hanya ditempatkan dalam wilayah konseptual tanpa dikaitkan dengan sejarah, kehidupan manusia, dan persoalan sosial.

 

Bagi Hanafi, teologi tidak lahir dalam ruang kosong. Pemikiran teologis selalu berhubungan dengan kondisi sosial dan politik pada masa tertentu. Karena merupakan hasil pemikiran manusia terhadap agama, teologi juga terbuka untuk dikritik dan direkonstruksi.

 

Hanafi bahkan mempertanyakan pemahaman mengenai ilmu kalam sebagai ilmu tentang Tuhan. Secara etimologis, teologi berasal dari kata theos dan logos. Sementara itu, ilmu kalam dalam tradisi Islam memiliki hubungan dengan pembahasan mengenai kalam atau firman Allah.

 

Persoalannya, menurut Hanafi, apakah pembicaraan tersebut benar-benar merupakan kalam Tuhan atau merupakan kalam manusia tentang Tuhan.

 

Firman Tuhan diketahui manusia melalui proses pembacaan, penafsiran, dan pemahaman. Pengetahuan manusia mengenai wahyu karena itu selalu melibatkan kesadaran dan kemampuan manusia.