Perjalanan intelektual Hanafi menunjukkan hubungan yang kompleks dengan pemikiran Barat. Di satu sisi, ia mengkritik dominasi Barat terhadap dunia Islam. Di sisi lain, sejumlah tradisi filsafat Barat ikut membentuk perangkat metodologis yang digunakannya.
Karena itu, proyek intelektual Hanafi memiliki corak modernis sekaligus menunjukkan perhatian kuat terhadap kondisi konkret umat Islam. Ia berusaha mendorong dunia Islam agar mampu bergerak maju dan mencapai kemajuan secara menyeluruh.
Hanafi melihat umat Islam belum sepenuhnya merdeka karena masih berada di bawah bayang-bayang dominasi dunia Barat. Karena itu, pembebasan tidak hanya dipahami sebagai persoalan politik, tetapi juga sebagai proses intelektual dan sosial.
Pada akhirnya, Hassan Hanafi hadir sebagai salah satu pembaru pemikiran Islam yang berusaha menghubungkan iman dengan perubahan sosial. Ia menghendaki agar teologi tidak berhenti pada perdebatan konseptual mengenai Tuhan, tetapi mampu menjadi landasan etis untuk menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan manusia.
Penekanan kuat pada dimensi kemanusiaan tentu dapat memunculkan kritik, terutama terkait kemungkinan berkurangnya perhatian terhadap dimensi transendental agama. Namun, gagasan Hanafi tetap membuka ruang penting bagi upaya merekonstruksi ilmu-ilmu keislaman agar lebih kontekstual dan mampu berdialog dengan persoalan manusia serta kebutuhan zaman. (ivan)
Wallahu a’lam.