SURABAYA, PustakaJC.co – Hassan Hanafi dikenal sebagai salah satu pemikir Islam kontemporer yang menawarkan cara pandang berbeda terhadap teologi. Ia mendorong agar pembahasan keagamaan tidak berhenti pada persoalan ketuhanan secara teoritis, tetapi juga mampu menjawab persoalan manusia dan realitas sosial.
Gagasan tersebut berangkat dari kritik Hanafi terhadap teologi tradisional yang dinilainya terlalu banyak berkutat pada persoalan metafisis. Menurutnya, teologi perlu dihubungkan dengan kehidupan nyata agar keimanan memiliki dampak terhadap tindakan manusia. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (4/9/2026).
Hassan Hanafi lahir di Kairo, Mesir, pada 13 Februari 1935. Ia tumbuh dalam keluarga musisi dan sejak masa sekolah menengah telah tertarik pada berbagai diskusi pemikiran Islam.
Pada 1952, Hanafi melanjutkan pendidikan di Departemen Filsafat Universitas Kairo dan menyelesaikannya pada 1956. Setelah itu, ia meneruskan studi ke Universitas Sorbonne, Prancis.
Di Prancis, pemikiran Hanafi berkembang melalui perjumpaannya dengan berbagai tradisi filsafat Barat. Ia antara lain mempelajari fenomenologi Edmund Husserl, pemikiran Jean Guitton, kajian kesadaran Paul Ricœur, serta pemikiran Louis Massignon.
Pada 1966, Hanafi menyelesaikan pendidikan master dan doktornya. Perjalanan akademiknya kemudian berkembang hingga ia menjadi profesor filsafat di Universitas Kairo pada 1980.