Teologi yang Berpihak pada Kehidupan
Pada akhirnya, Hassan Hanafi menawarkan perubahan cara pandang terhadap fungsi teologi Islam.
Ia tidak menginginkan teologi hanya menjadi kumpulan konsep yang membahas persoalan ketuhanan secara abstrak. Baginya, teologi harus memiliki hubungan dengan kehidupan manusia.
Keimanan perlu mendorong manusia untuk bertindak, sementara nilai-nilai ketuhanan harus memiliki konsekuensi sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dari sinilah muncul gagasan untuk menggeser orientasi teologi dari sekadar pembahasan mengenai Tuhan menuju perhatian terhadap manusia, bumi, sejarah, dan realitas sosial.
Pemikiran tersebut menjadikan Hassan Hanafi sebagai salah satu tokoh penting dalam upaya merekonstruksi pemikiran Islam kontemporer.
Meski gagasannya tetap mendapat kritik, terutama terkait kekhawatiran terhadap berkurangnya perhatian pada dimensi transendental agama, pemikiran Hanafi membuka ruang diskusi mengenai bagaimana teologi dapat terus berdialog dengan perubahan zaman dan persoalan kemanusiaan.
Bagi Hanafi, agama tidak seharusnya berhenti pada ruang teori. Nilai-nilai keimanan perlu hadir dalam kehidupan dan mendorong manusia untuk membangun keadilan, melawan penindasan, serta menciptakan kehidupan sosial yang lebih manusiawi. (ivan)