JAKARTA, PustakaJC.co - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi meluncurkan aplikasi Digdaya Kepengurusan secara virtual. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya transformasi digital NU, memperkuat tata kelola organisasi berbasis teknologi modern dan data. Kamis malam, (29/5/2025).
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menilai hadirnya Digdaya Kepengurusan sebagai solusi praktis untuk menjawab tantangan organisasi besar seperti NU. Dengan sistem ini, proses pengelolaan menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (30/5/2025).
“Setiap orang yang bergabung dan memanfaatkan platform ini pasti akan merasakan manfaatnya secara langsung. Saya sendiri sudah merasakannya,” ujar Gus Yahya.
Platform ini memuat sistem basis data seluruh pengurus NU, mulai dari tingkat PBNU hingga ranting, lengkap dengan Nomor Induk Pengurus berbasis SK. Digdaya Kepengurusan juga dilengkapi instrumen strategis untuk merancang, memantau, dan mengevaluasi kinerja organisasi secara menyeluruh.
Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni menjelaskan bahwa fitur ini bukan hanya sebagai database, tetapi juga sebagai alat pengukuran kapasitas dan kinerja pengurus secara sistematis dan objektif.
“Assessment kini bisa dilakukan secara digital, efisien, dan murah, tanpa harus menghadirkan asesor dalam jumlah besar,” terang Ketua Umum PBNU.
Transformasi ini juga sesuai dengan amanat Perkum (Peraturan Perkumpulan) NU, yang mendorong sistem kepengurusan berbasis akuntabilitas dan transparansi.
Lebih jauh, Digdaya Kepengurusan juga mendukung konsolidasi kelembagaan, pengelolaan sumber daya, serta perencanaan agenda organisasi secara lebih terstruktur. Gus Yahya optimistis, sistem ini akan menciptakan rancang bangun kelembagaan NU yang kuat, matang, dan modern.
“Model pengelolaannya akan menjadi sangat matang, seperti pemerintahan yang terstruktur dan berorientasi pada pelayanan,” jelas Gus Yahya.
Melalui Digdaya Kepengurusan, NU memasuki babak baru dalam sejarah pengelolaan organisasi keagamaan: lebih transparan, efisien, dan berbasis data. Inovasi ini bukan hanya mendukung efektivitas kerja, tetapi juga menjadi cermin bahwa organisasi Islam terbesar di Indonesia ini siap menyongsong masa depan dengan pendekatan teknologi. (ivan)