Ia menegaskan, AHWA harus merepresentasikan ulama yang memiliki kapasitas dan integritas, bukan berdasarkan titipan atau pesanan pihak tertentu.
“Benar-benar tidak merupakan paket pesanan apalagi transaksi,” tegasnya.
Ma’ruf juga menekankan agar seluruh proses Muktamar berjalan sesuai akhlak NU dan tidak dicampuri kepentingan pihak mana pun. Ia berharap keputusan yang dihasilkan benar-benar lahir dari hati nurani para muktamirin.