SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya memastikan daging kurban yang beredar selama perayaan Iduladha 1447 Hijriah aman dan layak dikonsumsi masyarakat. Kepastian tersebut disampaikan setelah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya menuntaskan pengawasan kesehatan hewan kurban di seluruh wilayah kota. Selasa, (2/6/2026).
Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan hasil pemeriksaan terhadap ribuan hewan kurban menemukan sejumlah kasus cacing hati dan satu kasus cacing pita. Namun, seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan diafkirkan sehingga tidak sampai beredar kepada masyarakat.
“Pengawasan dilakukan di 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan hewan kurban. Kami menemukan sekitar 20 lokasi dengan kasus cacing hati dan satu lokasi dengan temuan cacing pita. Seluruh organ yang terinfeksi langsung diamankan dan tidak didistribusikan,” ujar Nanik, Demikian dikutip dari surabaya.go.id, Selasa, (2/6/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum pemotongan (antemortem) hingga pemeriksaan organ dan karkas setelah pemotongan (postmortem).
Selain itu, petugas juga menemukan satu ekor sapi yang terindikasi mengalami skabies saat pemeriksaan di lapak penjualan hewan kurban. Hewan tersebut segera diisolasi guna mencegah risiko penyebaran penyakit. Sementara beberapa hewan lainnya mengalami gangguan kesehatan ringan akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari daerah asal.
Menurut Nanik, kondisi tersebut dapat ditangani langsung di lapangan melalui pemberian vitamin dan perawatan yang diperlukan agar kesehatan hewan tetap terjaga hingga proses pemotongan.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap temuan cacing hati karena daging hewan tetap aman dikonsumsi selama organ yang terinfeksi tidak diedarkan. DKPP juga terus memberikan edukasi kepada takmir masjid dan panitia kurban agar lebih teliti dalam memilah organ yang layak konsumsi.
“Yang perlu menjadi perhatian adalah organ hati yang terinfeksi. Karena itu kami mengimbau panitia kurban untuk tidak membagikan hati yang ditemukan mengandung cacing demi menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Selama masa pengawasan Iduladha 2026, DKPP Surabaya melakukan pemeriksaan postmortem terhadap 2.123 ekor sapi, 4.772 ekor kambing, dan 133 ekor domba. Sementara pada tahap antemortem di lapak penjualan, petugas memeriksa 4.890 ekor sapi, 11.142 ekor kambing, serta 452 ekor domba.
Nanik menambahkan, hasil evaluasi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh mulai dari lapak penjualan hingga distribusi daging kepada masyarakat.
“Ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan lancar sekaligus menghasilkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” pungkasnya. (frchn)