Ledre Naik Kelas, Disulap Jadi Kopi Kekinian Karya Barista Muda Bojonegoro

kuliner | 23 Februari 2026 04:33

Ledre Naik Kelas, Disulap Jadi Kopi Kekinian Karya Barista Muda Bojonegoro
Anang Ma'ruf, pemuda asal Desa Purwosari, Boionegoro yang memadukan ledre dan racikan kopi dengan cita rasa khas tradisional. (dok bhirawa)

BOJONEGORO, PustakaJC.co – Ledre yang selama ini identik sebagai oleh-oleh khas Bojonegoro kini naik kelas. Di tangan barista muda Anang Ma’ruf, camilan tradisional berbahan pisang itu disulap menjadi racikan kopi kekinian bernama Kopi Ledre—unik, berkarakter, dan viral di media sosial.

 

Inovasi tersebut dikembangkan Anang di kedainya, Deulleuda Coffee, yang berlokasi di Jalan Diponegoro Gang Jiken, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kota Bojonegoro. Kopi Ledre menghadirkan perpaduan cita rasa kopi dengan aroma dan manis khas ledre, menciptakan sensasi baru bagi penikmat kopi. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (23/2/2026).

 

“Ide Kopi Ledre sebetulnya sudah lama. Tapi menyempurnakan flavor supaya mirip persis itu butuh proses,” ujar Anang, 19 Februari 2026.

 

 

 

Perjalanan Anang di dunia kopi dimulai sejak 2008. Selama 13 tahun, ia merintis usaha di Bogor dan membangun basis pelanggan setia. Pada 2021, ia pindah ke Cepu untuk memperluas pengalaman sekaligus melanjutkan usaha.

 

Dua tahun kemudian, kreativitasnya semakin berkembang saat berkolaborasi di kawasan wisata Kokobo Dander Forest. Di sana ia menciptakan minuman khas seperti Banyu Biru yang terinspirasi sumber mata air Dander serta Padang Mbulan yang mengambil inspirasi cahaya bulan purnama.

 

Keinginan pulang kampung akhirnya mendorongnya membuka usaha sendiri di Bojonegoro. Ia merealisasikan gagasan lama tentang Kopi Ledre dengan proses riset selama dua bulan hingga menemukan komposisi rasa yang benar-benar menyerupai ledre asli.

 

 

Tak berhenti pada satu inovasi, Anang juga bereksperimen dengan jajanan tradisional lain. Ia menghadirkan Kopi Apem, Kopi Nogosari, Kopi Getuk Lindri, hingga Kopi Klepon. Namun Kopi Ledre tetap menjadi menu andalan sekaligus identitas kedainya.

 

Sejak diperkenalkan pada 2025, Kopi Ledre langsung viral di TikTok dan menarik perhatian anak muda. Bahkan mantan Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, turut berkunjung dan mencicipi racikan tersebut.

 

“Beliau tak menyangka ledre bisa dijadikan kopi,” kata Anang.

 

 

 

Selain menjalankan usaha, Anang juga aktif sebagai guru ekstrakurikuler barista di SMAN 1 Dander. Ia mendorong generasi muda berani berinovasi dan mengangkat potensi lokal.

 

“Belajar kopi itu tidak ada ujungnya. Dunia kopi selalu berkembang dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

 

Ke depan, Anang tengah menyiapkan produk baru bernama kopi susu ender-ender, terinspirasi makanan khas Bojonegoro lainnya. Melalui inovasi Kopi Ledre, ia berharap Bojonegoro tak hanya dikenal sebagai kota migas, tetapi juga memiliki identitas baru sebagai daerah dengan cita rasa kopi khas berbasis kearifan lokal. (ivan)