Banyak Diburu untuk Diet, Ini Fakta di Balik Tren Sarapan Kukusan

kuliner | 25 Juni 2026 09:24

Banyak Diburu untuk Diet, Ini Fakta di Balik Tren Sarapan Kukusan
Banyak Diburu untuk Diet, Ini Fakta di Balik Tren Sarapan Kukusan

JAKARTA, PustakaJC.co – Tren sarapan sehat dengan menu makanan kukus semakin diminati masyarakat sebagai alternatif pola makan yang dinilai lebih sehat dan rendah olahan.

Berbagai jenis makanan seperti singkong, ubi, jagung, kentang, labu, kacang-kacangan hingga telur kukus kini banyak dipilih sebagai menu sarapan harian karena dianggap mampu memberikan energi sekaligus mendukung program diet.

Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui kanal media sosial Siloam Hospitals, makanan kukusan yang termasuk kategori real food umumnya mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh.

Selain itu, makanan kukus juga dinilai mampu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan yang melalui proses penggorengan sehingga kerap menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menjaga berat badan.

Keunggulan lainnya, makanan kukusan tidak mengandung tambahan minyak, gula berlebih, maupun bahan aditif yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Meski demikian, masyarakat diingatkan agar tidak hanya mengandalkan makanan kukus sebagai satu-satunya sumber nutrisi saat sarapan.

Pasalnya, sebagian besar menu kukusan yang beredar masih didominasi kandungan karbohidrat dan belum dilengkapi asupan protein, serat, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuh.

Konsumsi karbohidrat dalam jumlah berlebihan juga tetap berpotensi menyebabkan lonjakan kadar gula darah karena pada akhirnya akan diolah tubuh menjadi glukosa.

Untuk itu, menu sarapan kukusan disarankan dilengkapi dengan sumber protein seperti telur, tempe, atau daging ayam, serta sayuran seperti bayam dan wortel agar kebutuhan gizi harian lebih seimbang.

Bagi orang dewasa, asupan karbohidrat yang dianjurkan berkisar antara 45 hingga 65 persen dari total kebutuhan kalori harian atau setara sekitar 225 hingga 325 gram per hari, tergantung kondisi dan aktivitas masing-masing individu.

Sebagai gambaran, konsumsi jagung cukup sekitar satu hingga dua tongkol per hari, singkong tiga hingga empat potong, ubi ungu setengah hingga satu buah ukuran sedang, serta labu kuning satu hingga tiga potong per hari.

Dengan memperhatikan porsi dan keseimbangan nutrisi, sarapan dengan makanan kukus tetap dapat menjadi pilihan sehat untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus mendukung pola hidup yang lebih baik. (nov)