IPB University Ingatkan Bahaya Panaskan Ulang Tiga Jenis Makanan Ini, Ada Risiko Karsinogen

kuliner | 06 Oktober 2026 18:39

IPB University Ingatkan Bahaya Panaskan Ulang Tiga Jenis Makanan Ini, Ada Risiko Karsinogen
Nasi yang sudah dingin juga bisa menjadi media bakteri untuk berkembang. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Kebiasaan menghangatkan kembali sisa makanan yang tidak habis kerap dilakukan masyarakat untuk menghemat pengeluaran rumah tangga. Namun, pakar gizi mengingatkan bahwa tidak semua jenis makanan aman untuk dipanaskan berulang kali karena dapat memicu bahaya kesehatan, mulai dari keracunan hingga risiko karsinogenik.

 

Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa meskipun secara umum makanan matang dapat dihangatkan, ada beberapa kategori spesifik yang berisiko tinggi jika dipanaskan ulang akibat kandungan senyawa tertentu atau potensi kontaminasi bakteri. Dilansir dari Selasa, (6/10/2026).

 

"Pada dasarnya, semua makanan yang dimasak dengan benar bisa dipanaskan kembali. Tetapi ada beberapa kategori yang sebaiknya dihindari karena mengandung senyawa tertentu atau berisiko terkontaminasi bakteri," ujar Karina, Selasa, (6/10/2026).

 

 

 

Berdasarkan penjelasan Karina, berikut adalah

tiga kelompok makanan yang bahaya jika dipanaskan ulang:

 

  1. Sayuran Hijau Tinggi Nitrat dan Bahan Berprotein: Sayuran seperti bayam, kale, wortel, lobak, dan seledri mengandung nitrat tinggi. Jika dipanaskan ulang, senyawa tersebut dapat berubah menjadi zat karsinogenik (pemicu kanker). Selain itu, makanan berbasis protein seperti ayam dan telur juga rentan membawa risiko perkembangbiakan bakteri Salmonella.
  2. Nasi dan Daging Olahan: Nasi dingin yang dibiarkan pada suhu ruang dapat menjadi media tumbuh bakteri Bacillus cereus saat dipanaskan kembali. Sementara itu, daging olahan berpotensi menghasilkan zat karsinogenik yang berasal dari reaksi bahan pengawet di dalamnya akibat proses pemanasan berulang.
  3. Makanan Buffet atau Take Away: Makanan prasmanan maupun bungkusan perlu diwaspadai karena waktu masak serta standar keamanan pangannya sering kali tidak diketahui secara pasti.

 

Ancaman Keracunan dan Panduan Aman

 

Karina menegaskan, risiko paling nyata dari kebiasaan memanaskan ulang makanan dengan suhu dan durasi yang tidak tepat adalah keracunan makanan (food poisoning). Rentang suhu antara 4 hingga 60 derajat Celsius merupakan zona bahaya (danger zone) di mana bakteri dapat berkembang biak dengan sangat cepat.

 

 

 

Untuk menekan risiko tersebut, Karina membagikan sejumlah langkah penanganan sisa makanan yang aman:

 

  • Penyimpanan: Makanan yang tidak langsung dihabiskan sebaiknya dibagi ke dalam porsi-porsi kecil menggunakan wadah kedap udara, lalu segera disimpan di lemari pendingin.
  • Teknik Pemanasan: Makanan berkuah wajib direbus hingga benar-benar mendidih. Untuk makanan kering, pemanasan dapat dilakukan dengan dikukus, ditumis, dipanggang, atau menggunakan perangkat seperti microwave, oven, maupun air fryer.
  • Pantangan Pembekuan: Makanan beku yang sudah dicairkan (thawed) sangat tidak dianjurkan untuk dibekukan kembali.

 

 

Melalui imbauan ini, masyarakat diharapkan lebih cermat dalam mengelola dan mengonsumsi makanan sisa di rumah. Penerapan teknik penyimpanan serta pemanasan yang tepat menjadi kunci utama untuk menjaga nutrisi makanan sekaligus melindungi keluarga dari risiko penyakit. (ivan)