TANGERANG, PustakaJC.co – Olahraga rutin yang dilakukan sejak memasuki usia 40 tahun dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Namun, aktivitas fisik tersebut perlu dilakukan secara bertahap, terukur, dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Sari Asih Sangiang, Cut Arsy Rahmi, mengatakan olahraga tidak seharusnya dipandang sebagai ajang untuk mencapai intensitas maksimal. Menurutnya, tujuan utama berolahraga adalah membangun kebugaran tubuh serta menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (29/7/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat tidak harus melakukan olahraga dengan beban berat untuk memperoleh manfaat bagi kesehatan jantung. Aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, maupun olahraga aerobik lainnya dapat menjadi pilihan selama dilakukan secara rutin dan konsisten.
“Yang terpenting adalah konsistensi dan peningkatan kemampuan secara bertahap. Tetap aktif bergerak, tetapi lakukan secara cerdas, bertahap, dan terukur,” ujar Cut Arsy.
Ia mengingatkan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan secara mendadak dapat meningkatkan beban kerja jantung. Kondisi tersebut berpotensi memicu kejadian kardiovaskular akut, terutama pada seseorang yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko yang belum terdeteksi.
Meski demikian, hal itu bukan berarti olahraga harus dihindari. Sebaliknya, aktivitas fisik secara rutin tetap menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga kesehatan jantung dan mencegah berbagai penyakit tidak menular.
“Karena itu, memasuki usia 40 tahun bukan berarti harus berhenti berolahraga. Justru olahraga tetap penting, tetapi perlu dilakukan secara cerdas, bertahap, terukur, dan sesuai kondisi kesehatan,” katanya.
Cut Arsy juga menekankan pentingnya mengenali kemampuan tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga. Menurutnya, setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda sehingga program latihan perlu disesuaikan agar manfaatnya optimal tanpa meningkatkan risiko cedera maupun gangguan jantung.
Ia mengimbau masyarakat untuk memperhatikan tanda-tanda peringatan dari tubuh, seperti nyeri dada, sesak napas berlebihan, pusing, atau jantung berdebar tidak normal saat berolahraga. Apabila mengalami keluhan tersebut, aktivitas fisik sebaiknya segera dihentikan dan dilakukan pemeriksaan medis.
Dengan menerapkan pola hidup aktif, olahraga yang dilakukan secara konsisten, serta pemeriksaan kesehatan berkala, risiko penyakit jantung dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut. (ivan)