SURABAYA, PustakaJC.co – Tren olahan berbahan kimpul atau talas belitung yang belakangan ramai di media sosial dinilai dapat menjadi momentum untuk mendorong masyarakat mengenal dan mengonsumsi pangan lokal.
Ahli Gizi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Lailatul Muniroh, menilai viralnya kimpul sebagai tren positif karena umbi-umbian tersebut dapat menjadi salah satu alternatif sumber karbohidrat selain beras maupun singkong. Dilansir dari jawapos.com, Minggu, (16/8/2026).
Menurut Lailatul, perhatian masyarakat terhadap kimpul dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan diversifikasi pangan. Ketika konsumsi dilakukan secara berulang, tren yang awalnya muncul di media sosial berpotensi berkembang menjadi kebiasaan baru.
“Ketika kimpul sedang tren, hal ini menjadi alarm baik karena dapat menjadi sorotan masyarakat untuk ikut penasaran dan mencoba. Apalagi kimpul mudah didapatkan dan diolah,” ujar Lailatul, Sabtu, (15/8/2026).