MALANG, PustakaJC.co - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan SDM bagi pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner untuk memperkuat daya saing usaha di kawasan wisata.
Pelaku kuliner tak sekadar menjual makanan, tetapi juga membawa cerita, rasa lokal, dan pengalaman budaya yang memperkaya sektor pariwisata Jawa Timur. Karena itu, Disbudpar Jatim menilai penguatan kapasitas pelaku kuliner sangat strategis dalam meningkatkan daya saing destinasi. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (21/5/2025).
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, ST, M.M.A, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Sub Sektor Kuliner di Aliante Hotel dan Convention Center, Kota Malang, Selasa, (2/5/2025).
Amanat tersebut dibacakan oleh Kabid Pengembangan Sumberdaya Parekraf, Hariyanto, S.Sos, M.M. Ia menyampaikan, subsektor kuliner merupakan penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional, termasuk di Jawa Timur.
“Beranjak dari hal tersebut, penguatan kapasitas pelaku ekraf kuliner menjadi sangat penting, terlebih di kawasan wisata seperti desa wisata dan kampung wisata,” ujar Hariyanto.
Bimtek ini diikuti oleh 50 peserta, terdiri dari perwakilan dinas dan pelaku kuliner dari berbagai kabupaten/kota, termasuk Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pasuruan, serta pelaku dari East Java Super Corridor (EJSC).
Kegiatan ini mengusung berbagai topik praktis, seperti pemanfaatan teknologi digital, inovasi produk, desain kemasan dan label, strategi branding dan pemasaran, serta proses sertifikasi halal. Tujuannya agar pelaku usaha kuliner dapat naik kelas dan memperluas jangkauan pasar, baik secara offline maupun online.
Narasumber yang hadir antara lain dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Indonesian Chef Association Jawa Timur, Halal Center Cendekia Muslim (HCCM) Jawa Timur, Disperindag Jatim UPT Mamin, dan praktisi usaha kuliner sukses dari brand B’neiss.
“Kami berharap Bimtek ini bukan hanya menjadi forum peningkatan kompetensi, tapi juga ruang kolaborasi dan perluasan jejaring antara pelaku kuliner, pemerintah, dan mitra strategis,” tambah Kabid Pengembangan Sumberdaya Parekraf.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas SDM, Disbudpar Jatim optimistis ekosistem kuliner di Jawa Timur akan menjadi lebih inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan. Pelaku kuliner diharapkan siap beradaptasi dengan tren pasar dan membawa kekayaan rasa lokal ke level yang lebih luas. (ivan)