BANGKALAN, PustakaJC.co – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan permukiman yang layak, sehat, dan berkualitas kembali diperkuat melalui Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Wilayah Madura Tahun 2026. Program hasil kolaborasi Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya ini menjadi langkah nyata mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansabersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin di Alun-Alun Bangkalan, Senin (6/7).

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Kodam V/Brawijaya dalam menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kolaborasi yang terjalin selama ini menjadi bukti bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen bangsa bergotong royong,” kata Khofifah.
Ia menambahkan, Karya Bakti Skala Besar menjadi model kolaborasi pembangunan yang melibatkan seluruh elemen.
“Ini luar biasa dari Karya Bakti Skala Besar TNI AD untuk Madura. Ini akan ketemu format bagaimana kita membangun sinergi, kolaborasi dan kegotongroyongan semua lini, semua level, semua elemen. Terima kasih Pak Pangdam beserta seluruh jajaran,” ujarnya.
Menurut Khofifah, dipilihnya Pulau Madura sebagai lokasi pelaksanaan program tahun ini didasarkan pada kebutuhan percepatan pembangunan kawasan, terutama pada sektor infrastruktur, permukiman, pelayanan dasar, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Insya Allah multiplier effect-nya akan sangat besar bagi percepatan pembangunan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, pembangunan akan berlangsung lebih cepat, lebih merata, dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” tegasnya.
.Sejalan dengan tugas dan fungsi Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, program Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026 memprioritaskan pembangunan infrastruktur permukiman yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Program tersebut meliputi pembangunan 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, 20 sekolah, empat panti asuhan, serta renovasi 400 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) lengkap dengan fasilitas MCK.
Tidak hanya pembangunan fisik, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai program sosial seperti operasi katarak dan bibir sumbing, khitan massal, donor darah, bakti kesehatan, bakti lingkungan, bantuan mesin irigasi, penanaman 2.000 pohon trembesi, hingga pemberian kaki palsu dan kursi roda bagi masyarakat.
“Ada program fisik, ada program sosial dan kemanusiaan. Semuanya dibutuhkan oleh masyarakat dan pastinya berdampak langsung bagi mereka,” ujar Khofifah.
Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Gubernur Khofifah, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memenuhi hak masyarakat atas hunian yang layak sekaligus mendukung Program Tiga Juta Rumah Pemerintah Pusat.
Kerja sama antara Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya dalam renovasi RTLH telah berlangsung sejak tahun 2009. Hingga tahun 2025, sinergi tersebut telah berhasil merenovasi 154.399 unit RTLH dengan total anggaran lebih dari Rp1,24 triliun. Selain itu, sejak tahun 2019 telah dibangun 2.062 unit jamban keluarga guna meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.
Pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mengalokasikan renovasi 1.700 unit RTLH di 18 Kodim wilayah Kodam V/Brawijaya dengan total anggaran Rp42,5 miliar.
Khusus Pulau Madura, sebanyak 377 unit RTLH akan direnovasi, terdiri atas 94 unit di Bangkalan, 94 unit di Sampang, 94 unit di Pamekasan, dan 95 unit di Sumenep.
“Kolaborasi panjang ini membuktikan bahwa sinergi Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya tidak hanya memperbaiki rumah masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesehatan, rasa aman, serta kualitas hidup keluarga penerima manfaat,” tegas Khofifah.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pihak menjaga semangat gotong royong agar seluruh program dapat terlaksana tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu.
“Dengan semangat kebersamaan, kita jadikan Karya Bakti Skala Besar TNI sebagai momentum memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkokoh ketahanan wilayah di Pulau Madura,” pungkasnya.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin menegaskan bahwa Karya Bakti Skala Besar merupakan bentuk nyata pengabdian TNI dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan dan mengatasi berbagai persoalan masyarakat.
“Penghargaan dan apresiasi kepada Ibu Gubernur yang telah memberikan komitmen sinergi dan kolaborasi sehingga program ini bisa terselenggara. Ini wujud nyata pengabdian TNI kepada bangsa dan negara,” kata Rudi.
Ia menambahkan, kehadiran TNI merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami hadir membantu Pemerintah Daerah mengatasi kesulitan masyarakat dan mempercepat pembangunan. Tahun ini di Pulau Madura adalah bukti bahwa TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan, tapi pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”tutupnya.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur berkomitmen mendukung pembangunan permukiman yang layak, penyediaan air bersih, sanitasi, serta fasilitas publik yang berkualitas sebagai fondasi terwujudnya masyarakat Jawa Timur yang semakin sejahtera. (ivan)