SURABAYA, PustakaJC.co - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan seluruh lapak pedagang di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul dapat digunakan secara gratis. Penegasan tersebut disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) menyusul viralnya dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp25 ribu kepada pedagang, Minggu, (19/7/2026).
Didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Eri menyusuri area CFD sambil berdialog dengan para pedagang. Menggunakan pengeras suara, ia menyampaikan bahwa seluruh lapak yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya dapat dimanfaatkan tanpa dipungut biaya apa pun. Dilansir dari jawapos.com, Senin, (20/7/2026).
“Ning kene gratis, gak onok tarikan-tarikan. Tapi aku jaluk tulung yen wis mari, tulung diberseni. Silakan di sini digunakan sebagai tempat PKL. Nggak onok sing bayar. Lak onok sing jaluk bayar, iku pungli. Ayo dilawan,” kata Eri.
Selain menegaskan tidak adanya pungutan, Eri juga mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan lingkungan setelah selesai berjualan. Menurutnya, kebersihan merupakan tanggung jawab bersama agar kawasan CFD tetap nyaman bagi masyarakat.
Ia menegaskan Pemkot Surabaya akan melakukan evaluasi terhadap pedagang yang tidak menjaga kebersihan. Pedagang yang meninggalkan sampah berpotensi tidak diperbolehkan berjualan pada pelaksanaan CFD berikutnya.
“Tidak ada lagi yang namanya pedagang itu berbayar, karena posisi ini gratis. Saya berharap setelah selesai berdagang, mohon dibersihkan. Wong Surabaya wani resik. Setelah acara selesai ya bersih-bersih sendiri,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Eri menjelaskan Pemkot Surabaya telah menata pelaksanaan CFD melalui pembagian zonasi pedagang, lokasi parkir resmi, hingga penerapan sistem parkir non-tunai guna menciptakan ketertiban.
Untuk pedagang PKL, lokasi berjualan telah disiapkan di Jalan Ciliwung, Jalan Kapuas, Jalan Serayu, dan sebagian Jalan Progo. Sementara pedagang UMKM ditempatkan pada area tertentu di dalam kawasan Taman Bungkul. Adapun kantong parkir resmi disediakan di Jalan Cimanuk, Jalan Juwono, Jalan Citarum, Jalan Darmokali, hingga Jalan Progo.
“Pedagang sudah kita atur, ada tempat PKL, tempat UMKM, dan tempat parkir di CFD. Sehingga tidak ada lagi parkir yang tidak non-tunai,” jelasnya.
Eri juga membantah adanya pihak tertentu yang menguasai maupun memperjualbelikan lokasi berjualan di kawasan CFD. Menurutnya, seluruh pedagang memiliki kesempatan yang sama untuk menempati lapak.
“Siapa yang datang lebih awal, dia yang menempati lokasi lebih dulu. Tidak ada yang menentukan atau menjual posisi lapak,” tegasnya.
Meski pelaku yang diduga melakukan pungli belum ditemukan saat sidak berlangsung, Pemkot Surabaya memastikan proses penelusuran tetap dilakukan bersama aparat kepolisian.
“Kami bekerja sama dengan siber Polda dan Polres untuk terus mencari. Saya tidak mau lagi ada pungutan-pungutan liar di Kota Surabaya. Kalau memang pernah menarik pungutan, harus bisa mempertanggungjawabkannya,” kata Eri.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Wasis Sutikno mengatakan Tim Yustisi telah diterjunkan untuk mencari perempuan yang diduga melakukan pungutan kepada pedagang sebagaimana terlihat dalam video yang beredar di media sosial.
“Hari ini tidak menemukan. Tim yustisi juga kita turunkan untuk mencari ibu yang sempat viral melakukan pungutan. Datanya sudah dikantongi dan rencananya akan didatangi ke rumahnya. Ini masuk dugaan pungli,” ujar Wasis.
Wasis menegaskan seluruh fasilitas umum yang dimanfaatkan pedagang saat CFD tidak dikenai biaya sewa. Karena itu, setiap bentuk pungutan kepada pedagang merupakan tindakan yang tidak dibenarkan.
Ia juga mengimbau pedagang untuk ikut menjaga kebersihan kawasan dengan membuang sampah pada tempatnya setelah selesai berjualan. Sebagai langkah pendukung, DLH akan menambah jumlah tempat sampah di sepanjang jalur CFD.
“Kami akan memperbanyak tempat sampah di sepanjang Car Free Day. Harapannya warga dan pedagang terbiasa membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan sehingga kawasan CFD tetap bersih dan nyaman,” pungkasnya. (ivan)