Jatim Buka Peluang Kolaborasi Teknologi Perkapalan dengan Tiongkok

pemerintahan | 07 Agustus 2026 18:21

Jatim Buka Peluang Kolaborasi Teknologi Perkapalan dengan Tiongkok
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) menerima delegasi Komandan Armada Angkatan Laut RRT Kapten Senior Liu Zhanfeng (kiri) di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka peluang kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di sektor industri dan teknologi perkapalan. Kolaborasi tersebut dinilai strategis untuk memperkuat kapasitas industri maritim dan pertahanan laut Indonesia.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pembahasan mengenai perkembangan teknologi perkapalan Tiongkok menjadi salah satu hal penting dalam pertemuan dengan Konsul Jenderal RRT dan delegasi Angkatan Laut RRT di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (6/8/2026). Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (7/8/2026).

 

“Menarik sekali, kita bisa mendiskusikan banyak hal. Saya sendiri banyak mendengarkan bagaimana perkembangan teknologi industri perkapalan yang berkembang di Tiongkok,” ujar Khofifah.

 

 

 

 

Pertemuan tersebut berlangsung bersamaan dengan kunjungan persahabatan dan latihan terpadu dua kapal milik Angkatan Laut Tiongkok, yakni kapal latih Qi Jiguang-83 dan kapal pendarat amfibi Kun Lun Shan-998, di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 2-6 Agustus 2026.

 

Khofifah menilai pertemuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperluas kemitraan di bidang industri dan teknologi perkapalan antara Indonesia dan Tiongkok.

 

Menurutnya, kerja sama teknologi maritim memiliki arti penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas.

 

“Ini menjadi penting untuk mentransfer teknologi yang bisa menguatkan dari seluruh kapasitas TNI Angkatan Laut serta industri di sektor maritim,” katanya.

 

 

Khofifah juga menyampaikan bahwa Surabaya memiliki posisi strategis dalam pengembangan kekuatan maritim nasional. Kota ini menjadi lokasi sejumlah institusi penting, mulai dari Markas Komando Armada II, Korps Marinir, Komando Daerah Angkatan Laut V, Akademi Angkatan Laut, hingga PT PAL Indonesia yang menjadi salah satu pusat industri perkapalan dan pertahanan laut nasional.

 

Selain membahas peluang kerja sama industri perkapalan, pertemuan tersebut turut membicarakan sosok Laksamana Cheng Ho. Tokoh tersebut dinilai memiliki warisan sejarah yang berkaitan dengan nilai perdamaian, persahabatan antarbudaya, serta toleransi beragama di Nusantara.

 

Sementara itu, Konsul Jenderal RRT di Surabaya Ye Su mengatakan kunjungan armada Angkatan Laut Tiongkok ke Surabaya merupakan yang kedua sejak 2023.

 

 

 

Menurutnya, kunjungan tersebut menunjukkan kuatnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

 

 

 

Ye Su juga mengapresiasi perkembangan Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah, khususnya dalam bidang ekonomi, investasi, masyarakat, kebudayaan, dan pendidikan.

 

Ia menyebut semakin banyak perusahaan asal Tiongkok yang menanamkan investasi di Jawa Timur.

 

“Provinsi Jawa Timur di bawah pimpinan Ibu Khofifah di bidang ekonomi, investasi, maupun masyarakat atau kebudayaan dan pendidikan sudah mencapai hasil yang sangat luar biasa, terutama lebih banyak perusahaan-perusahaan Tiongkok investasi di Jawa Timur,” ujarnya. (ivan)