Misi Dagang Jatim-Kalbar Hasilkan Investasi Rp885 Miliar

parlemen | 12 Agustus 2026 18:48

Misi Dagang Jatim-Kalbar Hasilkan Investasi Rp885 Miliar
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan jajaran menunjukkan dokumen komitmen transaksi dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa, (11/8/2026). (dok kominfo)

PONTIANAK, PustakaJC.co - Jawa Timur mencatat transaksi Rp2,529 triliun dalam Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kalimantan Barat yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa, (11/8/2026).

 

Dari total tersebut, transaksi penjualan produk Jawa Timur ke Kalimantan Barat mencapai Rp1,480 triliun. Sementara pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat tercatat Rp163,829 miliar dan komitmen investasi Jawa Timur di Kalimantan Barat mencapai Rp885 miliar. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (12/8/2026).

 

Khofifah mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi kerja sama ekonomi antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

 

“Alhamdulillah, misi dagang dan investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Barat sukses digelar. Total transaksi yang dicatatkan mencapai Rp2,5 triliun, dari Rp2,5 triliun Rp885 miliar untuk capaian investasinya,” kata Khofifah.

 

 

Transaksi penjualan Jawa Timur mencakup berbagai komoditas unggulan lintas sektor. Di antaranya garam bahan baku dan olahan, olahan daging sapi dan ayam, green bean coffee, telur ayam, susu sapi, rokok, benih hortikultura dan jagung, pakan ikan dan udang, beras, gula pasir, telur asin, telur bakar dan telur bebek, ikan patin, DOC, buster buah, kambing dan domba, ikan dalam kaleng, produk fesyen, balok kayu, pupuk asam amino, bawang merah, hingga cabai merah kering.

 

Sementara itu, pelaku usaha Jawa Timur juga melakukan pembelian sejumlah komoditas dari Kalimantan Barat. Komoditas tersebut meliputi kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, briket sisha, madu hutan, madu trigona, ikan bagus, serta ikan toman.

 

Pada sektor investasi, PT Saraswanti Anugerah Indonesia Surabaya mencatat komitmen investasi perluasan usaha industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah senilai Rp500 miliar.

 

Kemudian PT Saraswanti Agro Estate Surabaya melakukan investasi perluasan usaha perkebunan sawit di Kabupaten Landak senilai Rp300 miliar. Sementara PT Anugerah Dolomit Indonesia Surabaya berkomitmen mengembangkan industri pupuk bahan amelioran di Kabupaten Mempawah dengan nilai investasi Rp85 miliar.

 

 

Misi dagang tersebut juga menghasilkan sejumlah komitmen transaksi bernilai besar yang melibatkan pelaku usaha kedua provinsi. Komoditas yang diperdagangkan mencakup sektor peternakan, perkebunan, industri pupuk, kopi, perikanan, arang, hingga briket.

 

Komitmen transaksi terbesar tercatat antara PT Phalosari Unggul Jaya sebagai perwakilan pelaku usaha peternakan Jawa Timur dengan CV Sujaya Food sebagai perwakilan pelaku usaha peternakan Kalimantan Barat. Kerja sama penjualan berbagai produk peternakan tersebut mencapai Rp1 triliun.

 

Di sektor perdagangan lainnya, Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya mencatat transaksi penjualan rokok kepada PT Bentoel Prima di Kota Pontianak senilai Rp95,11 miliar.

 

Tutur Coffee dari Kabupaten Pasuruan menjual green bean coffee kepada HIPKA Kota Pontianak senilai Rp63,8 miliar. Sementara PT Suri Tani Pemuka Kota Surabaya mencatat penjualan pakan ikan dan pakan udang kepada pelaku usaha perseorangan di Kabupaten Kubu Raya senilai Rp63,72 miliar.

 

 

Arus perdagangan dua arah juga terlihat dari transaksi CV Satrya Abdi Buana Surabaya yang membeli arang batok kelapa dan briket sisha dari PT Korindo Complit Cardon Kabupaten Mempawah senilai Rp58,21 miliar.

 

Perusahaan yang sama juga membeli arang batok kelapa dari CV Insan Borneo Khatulistiwa Kota Pontianak senilai Rp37,8 miliar. Sementara CV Djadi Jaya Kota Malang mencatat transaksi penjualan kambing potong kepada PT Ratu Mitra Abadi Kabupaten Mempawah senilai Rp50 miliar.

 

Misi Dagang Jawa Timur-Kalimantan Barat tahun 2026 merupakan misi dagang keenam yang dilaksanakan Jawa Timur dengan provinsi lain sepanjang tahun ini. Kegiatan tersebut melibatkan 162 pelaku usaha, terdiri atas 62 pelaku usaha Jawa Timur dan 100 pelaku usaha Kalimantan Barat.

 

Khofifah mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi kedua daerah.

 

 

 

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Jawa Timur dengan Seluruh Provinsi Tahun 2024, total nilai perdagangan Jawa Timur dengan Kalimantan Barat mencapai Rp4,31 triliun. Nilai tersebut terdiri atas pembelian dari Kalimantan Barat sebesar Rp562,27 miliar dan penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat sebesar Rp3,75 triliun.

 

Dengan angka tersebut, neraca perdagangan Jawa Timur terhadap Kalimantan Barat mengalami surplus Rp3,19 triliun.

 

Dari sisi penjualan, komoditas utama Jawa Timur ke Kalimantan Barat didominasi produk hasil tembakau atau cerutu, cheroot dan sigaret sebesar 59,99 persen. Berikutnya gula tebu 17,80 persen, minuman fermentasi dari buah anggur segar 14,19 persen, garam dan natrium klorida murni 3,18 persen, serta pegas dari besi atau baja 1,05 persen.

 

Kelima komoditas tersebut berkontribusi 96,21 persen terhadap total penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat.

 

Sementara pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat didominasi minyak kelapa sawit mentah sebesar 63,84 persen, buah dan kernel kelapa sawit 27,78 persen, kayu gergajian 6,87 persen, tangerine mandarin clementine 1,49 persen, serta kemasan kertas dan karton 0,01 persen.

 

 

 

“Lima komoditas ini menyumbang 99,99 persen dari total pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat. Ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang,” kata Khofifah.

 

 

Kerja sama perdagangan Jatim dan Kalbar sebelumnya juga telah berlangsung melalui Misi Dagang dan Investasi pada 30 September 2022 di Kota Pontianak. Saat itu, nilai komitmen transaksi tercatat Rp109,31 miliar melalui 24 transaksi dagang.

 

Khofifah menilai capaian 2026 jauh lebih besar dibandingkan misi dagang sebelumnya sehingga perlu dijadikan momentum untuk memperkuat kerja sama kedua daerah.

 

“Capaian misi dagang kali ini sangat jauh signifikan dari capaian sebelumnya di tahun 2022. Kali ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang telah terbangun melalui perluasan komoditas, peningkatan investasi, serta pengembangan kemitraan usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.

 

Pada Semester I 2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,84 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Jawa Timur juga menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,40 persen serta memberikan kontribusi 14,34 persen terhadap perekonomian nasional.

 

 

Struktur perekonomian Jawa Timur ditopang sektor industri pengolahan sebesar 31,11 persen, perdagangan 18,22 persen, dan pertanian 11,20 persen.

 

Kinerja perdagangan Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, neraca perdagangan Jawa Timur mencatat surplus Rp210,1 triliun. Sementara pada Semester I 2026, surplus perdagangan mencapai Rp100,35 triliun.

 

Khofifah mengatakan perdagangan antarwilayah menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat integrasi ekonomi nasional.

 

“Kekuatan ekonomi daerah tidak dapat dibangun sendiri karena setiap daerah memiliki keunggulan, kebutuhan, dan potensi yang saling melengkapi. Perdagangan antarwilayah menjadi sangat penting sebagai salah satu fondasi integrasi ekonomi nasional,” jelasnya.

 

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia Tahun 2024, total perdagangan antarwilayah Jawa Timur mencapai Rp333,83 triliun. Besarnya arus perdagangan tersebut menggambarkan kebutuhan bahan baku, energi, serta berbagai komoditas untuk menopang aktivitas industri, manufaktur, perdagangan, dan konsumsi di Jawa Timur.

 

“Pada posisi ini, misi dagang menjadi instrumen strategis. Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri,” terangnya.

 

 

 

Secara kumulatif sejak 2019 hingga 2026, Jawa Timur telah melaksanakan 53 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp41,28 triliun dari 2.282 transaksi yang melibatkan 2.654 pelaku usaha.

 

Jawa Timur juga terus memperluas pasar internasional. Pada periode 2022 hingga Juli 2026, telah dilaksanakan delapan kali misi dagang luar negeri ke sejumlah negara dan kawasan, yakni Riyadh, Kuala Lumpur, Dili, Hong Kong, Osaka, dan Singapura.

 

Total transaksi dari misi dagang luar negeri tersebut mencapai Rp33,18 triliun.

 

Khofifah menyebut misi dagang merupakan upaya mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok antardaerah, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

 

Menurutnya, sektor peternakan menjadi salah satu potensi Jawa Timur yang dapat dikembangkan di Kalimantan Barat. Jawa Timur memiliki populasi sapi terbesar di Indonesia sehingga terdapat peluang kerja sama dalam pengembangan peternakan.

 

“Salah satu sektor unggulan di Jawa Timur adalah peternakan. Saat ini jumlah populasi sapi di Jawa Timur ini tinggi sekali, populasi sapi terbesar di Indonesia. Sektor ini bisa menjadi hal yang akan dikembangkan di Kalimantan Barat,” tuturnya.

 

 

Khofifah juga mengundang Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mengirimkan tim mengikuti pelatihan inseminasi buatan di Balai Besar Inseminasi Buatan milik Kementerian Pertanian di Singosari, Jawa Timur.

 

Selain itu, Jawa Timur memiliki UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak yang berada di bawah Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan berfokus pada pembibitan serta pemeliharaan ternak ruminansia kecil seperti kambing, domba, dan kelinci.

 

“Jadi ada kesempatan menjadi inseminator, kemudian kesempatan untuk menjadi tim pengawas kebuntingan. Di Jawa Timur banyak sekali. Kita juga akan siap mengawal tim yang sudah dilatih di Jawa Timur. Kalau itu bisa kita lakukan, insyaallah dalam waktu tiga tahun seharusnya Indonesia sudah bisa swasembada daging,” ujarnya.

 

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Khofifah beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

 

Menurut Ria Norsan, Misi Dagang Jatim-Kalbar kali ini menghasilkan nilai transaksi yang sangat signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

 

“Ini yang paling besar nilai transaksinya. Kami menyampaikan terima kasih. Banyak yang harus kita pelajari di Jawa Timur dan Kalimantan Barat masih harus banyak belajar dari Jawa Timur,” kata Ria Norsan.

 

Khofifah kemudian mengajak seluruh peserta untuk mengibarkan Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Hari Merdeka serta Bendera. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air. (ivan)