Tokoh Ulama dan Pemimpin Islam Indonesia.

Daftar Tokoh Ulama yang Pernah Memimpin Rais Aam PBNU dari Masa ke Masa

tokoh | 08 September 2026 07:46

Daftar Tokoh Ulama yang Pernah Memimpin Rais Aam PBNU dari Masa ke Masa
Rais Aam PBNU dari masa ke masa. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co - Dalam struktur Nahdlatul Ulama, posisi Rais Aam Syuriyah merupakan pucuk kepemimpinan tertinggi yang mengawal arah keagamaan dan kebangsaan organisasi. Sejak berdiri pada tahun 1926 hingga 2026, sederet ulama kharismatik telah mendedikasikan

 

pengabdiannya di posisi ini.

Berikut profil singkat para tokoh yang pernah mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU:

 

 

  • Hadratussyekh KH M. Hasyim Asy'ari Pendiri Pesantren Tebuireng Jombang dan penggagas utama berdirinya NU. Beliau satu-satunya tokoh yang menyandang gelar Rais Akbar (1926–1947) dan pencetus Resolusi Jihad 1945. Dilansir dari nu.or.id, Selasa, (8/9/2026).

 

  • KH A. Wahab Chasbullah Muassis NU asal Tambakberas Jombang yang melanjutkan kepemimpinan (1947–1971). Beliau merupakan peletak dasar penggunaan istilah "Rais Aam" dan mengawal NU saat bertransformasi menjadi partai politik pada 1952.

 

 

  • KH Bisri Syansuri Pengasuh Pesantren Denanyar Jombang yang menjabat pada periode 1971–1980. Beliau dikenal sangat teguh dalam memegang prinsip fikih dan syariat Islam.

 

  • KH Ali Maksum Ulama dari Pesantren Krapyak Yogyakarta (1981–1984) yang berhasil menjaga keutuhan organisasi di masa-masa kritis serta mengawal kembalinya NU ke Khittah 1926.

 

  • KH Achmad Siddiq Tokoh pemikir asal Jember (1984–1991) yang merumuskan konsep hubungan Islam dan Pancasila, serta menyusun kerangka berpikir Al-Fikrah An-Nahdliyah.

 

  • KH M. Ali Yafie Ulama keahlian fikih asal Sulawesi Tengah (1991–1992) yang memimpin PBNU meneruskan masa khidmat KH Achmad Siddiq.

 

 

  • KH M. Ilyas Ruhiat Pengasuh Pesantren Cipasung Tasikmalaya (1992–1999) yang mendampingi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengawal NU melewati transisi masa Orde Baru menuju Reformasi.

 

  • KH M. A. Sahal Mahfudh Ulama asal Pati (1999–2014) yang menjabat selama tiga periode. Beliau meletakkan pondasi pemikiran Fikih Sosial untuk pengembangan masyarakat.

 

  • KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus) Pengasuh Pesantren Leteh Rembang yang mengemban amanah Rais Aam pada 2014–2015, dikenal sebagai sosok budayawan dan ulama yang menyejukkan.

 

  • KH Ma'ruf Amin Ulama dan ahli ekonomi syariah (2015–2018) yang kemudian mengundurkan diri setelah terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia.

 

  • KH Miftachul Akhyar Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya yang memimpin PBNU sejak 2018 hingga kembali terpilih pada Muktamar 2026.

 

Berikut adalah bagian penutup beserta tagar yang disesuaikan untuk berita profil tokoh ulama tersebut:

Para ulama yang pernah mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU tidak hanya berperan sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga menjadi pilar penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan membimbing umat dari generasi ke generasi. Dedikasi serta pemikiran para tokoh ini terus menjadi teladan dan warisan berharga bagi perjalanan Nahdlatul Ulama serta Indonesia. (ivan)