Organda Jatim Ingatkan Modernisasi Purabaya Tak Cukup dengan Gedung dan Digitalisasi

komunitas | 03 November 2026 08:15

Organda Jatim Ingatkan Modernisasi Purabaya Tak Cukup dengan Gedung dan Digitalisasi
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur, Firmansyah Mustafa. (dok tribun)

SURABAYA, PustakaJC.co – Rencana modernisasi Terminal Purabaya, Kabupaten Sidoarjo, mendapat sambutan positif dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur. Namun, pembenahan infrastruktur dan penerapan teknologi digital dinilai belum cukup tanpa diikuti peningkatan kebersihan, kenyamanan, serta kedisiplinan di lingkungan terminal.

 

Ketua Organda Jawa Timur, Firmansyah Mustafa, mengatakan rencana pembangunan Terminal Purabaya menjadi terminal modern tiga lantai dengan sistem digitalisasi layanan dan tiket barcode merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas transportasi darat. Dilansir dari tribunnews.com, Selasa, (3/11/2026).

 

Meski demikian, menurutnya, persoalan mendasar yang berkaitan langsung dengan kenyamanan penumpang harus menjadi perhatian utama.

 

“Yang kita impikan adalah semua nyaman, penumpang nyaman. Selain jangan ada sampah berserakan di mana-mana, penumpang tidak boleh naik di pintu keluar bus,” kata Firman.

 

 

 

Ia menilai Terminal Purabaya yang memiliki luas sekitar 12 hektare harus mampu menghadirkan lingkungan transportasi yang bersih dan tertib secara menyeluruh. Kebersihan tidak boleh hanya terlihat di area depan atau lokasi yang menjadi pusat aktivitas penumpang.

 

Fasilitas toilet hingga kawasan belakang terminal, kata dia, perlu mendapatkan perhatian yang sama. Menurut Firman, kebersihan harus menjadi bagian dari budaya pengelolaan terminal, bukan sekadar program sesaat.

 

“Impian saya, Terminal Purabaya benar-benar bersih. Bukan hanya di tempat-tempat tertentu yang terlihat oleh publik, tetapi juga sampai ke bagian belakang dan toilet. Budaya seperti ini harus menjadi ekosistem dan terjaga dengan baik,” tegasnya.

 

Selain kebersihan, Organda Jatim juga menyoroti kedisiplinan aktivitas naik dan turun penumpang. Firman mendukung langkah bertahap untuk melarang penumpang naik bus di area pintu keluar terminal.

 

Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk menjaga ketertiban dan kelancaran arus kendaraan. Namun, penerapannya harus dilakukan secara konsisten agar kedisiplinan dapat tumbuh menjadi budaya bersama.

 

 

 

Firman turut berharap perubahan pengelolaan Terminal Purabaya dari pemerintah kota kepada Kementerian Perhubungan dapat membawa peningkatan kualitas pelayanan secara nyata.

 

Pengelolaan baru, menurutnya, harus mampu menghadirkan terminal yang lebih bersih, tertib, dan nyaman dibandingkan sebelumnya.

 

“Harapan saya setelah dialihkelolakan ke kementerian, harus lebih nyaman. Kami sadar ada efisiensi hingga keterbatasan SDM dan tenaga. Tapi lingkungan dan toilet bersih itu mutlak,” ujarnya.

 

Organda Jatim menilai modernisasi terminal tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik maupun penerapan sistem ticketing berbasis aplikasi dan teknologi lainnya. Perubahan tersebut perlu dibarengi pembenahan perilaku serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

 

Firman juga mengingatkan pentingnya aksesibilitas bagi penumpang, khususnya kelompok lanjut usia dan masyarakat yang membawa barang bawaan.

 

Ia mencontohkan akses menuju shelter keberangkatan yang dinilai masih perlu diperhatikan agar tidak menyulitkan penumpang.

 

“Jangan seperti sekarang. Sudah masuk lobi terminal disuruh naik eskalator ke lantai dua menuju shelter keberangkatan, tapi tangga manual. Kasihan penumpang bawa bawaan atau penumpang lansia,” tandas Firman.

 

 

 

Menurutnya, modernisasi Terminal Purabaya harus mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat. Pembangunan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas fasilitas dasar dan kemudahan akses bagi seluruh pengguna jasa.

 

Organda Jatim berharap modernisasi Terminal Purabaya tidak hanya menghasilkan bangunan megah dengan layanan digital, tetapi juga menghadirkan terminal yang bersih, nyaman, tertib, dan ramah bagi penumpang.

 

Firman menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pengelola terminal, operator angkutan, pedagang, hingga masyarakat pengguna jasa transportasi dalam menjaga kebersihan dan kedisiplinan.

 

Dengan demikian, modernisasi Terminal Purabaya diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik, melainkan menjadi momentum pembenahan pelayanan transportasi darat secara menyeluruh. (ivan)