SURABAYA, PustakaJC.co - Kanker mulut tidak hanya dipicu oleh kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, atau infeksi HPV. Para ahli mengingatkan bahwa makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari, terutama daging olahan, juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit tersebut jika dikonsumsi berlebihan.
Daging olahan seperti sosis, bacon, ham, dan hot dog disebut sebagai salah satu makanan yang perlu dibatasi karena memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko kanker mulut maupun kanker orofaring. Dilansir dari detik.com, Senin, (6/7/2026).
Ahli kedokteran mulut dari Herbert Wertheim Cancer Institute, Alessandro Villa, menjelaskan bahwa daging olahan telah diklasifikasikan sebagai karsinogen Kelompok 1 oleh International Agency for Research on Cancer (IARC). Artinya, terdapat bukti ilmiah yang cukup mengenai hubungannya dengan kanker pada manusia.
Salah satu penyebabnya adalah kandungan nitrat dan nitrit yang digunakan sebagai bahan pengawet. Di dalam tubuh, senyawa tersebut dapat berubah menjadi N-nitroso yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu pertumbuhan sel kanker.
Selain kandungan pengawet, cara memasak juga berpengaruh. Ahli THT dari University of Maryland Medical Center, Kelly F. Moyer, mengatakan bahwa memanggang atau membakar daging pada suhu sangat tinggi dapat menghasilkan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan amina aromatik heterosiklik (HAA). Kedua zat tersebut diketahui mampu merusak DNA sel dan meningkatkan risiko kanker.
Tak hanya itu, konsumsi daging ultra-proses secara berlebihan juga dapat memicu peradangan kronis di dalam tubuh, termasuk di rongga mulut. Kondisi ini membuat kemampuan tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak menjadi menurun sehingga risiko terbentuknya sel kanker meningkat.
Para ahli juga menyoroti dampak pola makan terhadap mikrobioma mulut. Ketidakseimbangan bakteri baik di rongga mulut dapat memicu peradangan berkepanjangan yang diduga berperan dalam perkembangan kanker mulut.
Untuk menekan risiko tersebut, masyarakat disarankan membatasi konsumsi daging olahan dan memperbanyak makanan bergizi seperti buah, sayuran, serta sumber protein segar. Pola makan seimbang dinilai mampu menjaga kesehatan mulut sekaligus membantu menurunkan risiko berbagai jenis kanker. (ivan)