Ampiang Dadiah, Kuliner Unik Minang Berbahan Susu Kerbau Fermentasi dan Ketan Pipih

kuliner | 21 September 2026 19:17

Ampiang Dadiah, Kuliner Unik Minang Berbahan Susu Kerbau Fermentasi dan Ketan Pipih
Ilustrasi ampiang dadiah. (dok kompas)

PADANG, PustakaJC.co -  Indonesia menyimpan beragam kekayaan kuliner tradisional yang unik, salah satunya ampiang dadiah khas Sumatera Barat. Kudapan legendaris ini memadukan ampiang—beras ketan yang ditumbuk pipih—dengan dadiah, yakni susu kerbau yang difermentasi secara tradisional.

 

Secara etimologi dalam bahasa Minang, ampiang berarti berdekatan, sementara dadiah merujuk pada susu yang dikentalkan. Kombinasi keduanya menyajikan perpaduan tekstur dan rasa yang khas, mengawinkan cita rasa gurih-asam mirip yoghurt dari fermentasi susu dengan renyahnya ketan pipih. Dilansir dari kompas.com, Senin, (21/9/2026).

 

Proses Pembuatan Tradisional

 

Keunikan ampiang dadiah tak lepas dari proses pembuatannya yang masih mempertahankan tradisi leluhur:

  • Fermentasi Dadiah: Susu kerbau segar dimasukkan ke dalam potongan bambu, lalu ditutup rapat menggunakan daun pisang atau daun waru. Proses fermentasi alami ini berlangsung selama 2–3 hari hingga susu menggumpal.
  • Pengolahan Ampiang: Pembuatan ampiang dilakukan secara bergotong royong oleh kaum ibu (induak-induak) di pondok khusus (dangau). Beras ketan yang telah direbus kering ditumbuk hingga pipih selagi masih panas. Proses ini membutuhkan minimal tiga orang dengan pembagian tugas: menumbuk, menimang (mengarasi), dan merendang (merandang).

 

 

Sajian dan Pusat Production

 

Dalam penyajiannya, ampiang dadiah umumnya dipadukan dengan tangguli (lelehan gula saka/gula merah) dan taburan kelapa parut. Beberapa penikmat kuliner juga menyantap ampiang bersama kue atau mencampurnya langsung dengan kapalo dadiah (bagian atas dadiah) langsung dari tabung bambunya.

 

Hingga kini, produksi ampiang berbasis industri rumah tangga masih menjamur di kawasan Jorong Ladang Laweh, Nagari Batipuh Baruah, Kabupaten Tanah Datar. Dari wilayah tersebut, ampiang dadiah didistribusikan ke berbagai pusat kuliner dan kota besar di Sumatera Barat, seperti Padang, Bukittinggi, dan Padangpanjang. (ivan)