Pakar IPB Ungkap Batas Aman Simpan Makanan Sisa di Kulkas dan Panduan Mencegah Keracunan

kuliner | 01 Oktober 2026 07:07

Pakar IPB Ungkap Batas Aman Simpan Makanan Sisa di Kulkas dan Panduan Mencegah Keracunan
ilustrasi meal prep. (dok kompas)

JAKARTA, PustakaJC.co - Kebiasaan menyimpan makanan sisa di dalam lemari es menjadi solusi praktis bagi banyak rumah tangga untuk mengurangi sampah makanan (food waste). Namun, memasukkan makanan ke dalam kulkas tidak sepenuhnya menghentikan proses kerusakan bahan pangan, melainkan hanya memperlambat pertumbuhan bakteri.

 

Dosen Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi Sekolah Vokasi IPB University, Rosyda Dianah, SKM, MKM, menjelaskan bahwa kebiasaan menyimpan sisa makanan pada dasarnya aman, selama memperhatikan tata cara pendinginan, suhu penyimpanan, hingga proses pemanasan kembali (reheating). Dilansir dari kompas.com, Rabu, (30/9/2026).

 

Berapa Lama Makanan Sisa Tahan di Kulkas?

 

Menurut Rosyda, jika suhu kulkas dijaga konsisten di bawah 4 derajat Celsius, makanan sisa umumnya dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jangka waktu 3 hingga 4 hari.

 

 

Meski demikian, beberapa jenis makanan memiliki karakteristik sensitif yang membutuhkan perhatian ekstra:

 

  • Nasi, Kentang, dan Pasta: Rentan terhadap kontaminasi bakteri. Selain itu, pati pada bahan-bahan ini dapat mengalami perubahan struktur saat didinginkan.
  • Makanan Tinggi Lemak: Lemak dan asam lemak jenuh mudah mengalami oksidasi jika wadah penyimpanan tidak tertutup rapat, yang berpotensi menurunkan kualitas dan rasa.

 

"Proses penyimpanan dan pemanasan kembali juga berpengaruh pada kandungan gizi. Makanan yang mengandung vitamin larut air, seperti vitamin C dan B kompleks, relatif sensitif terhadap panas serta oksidasi," ujar Rosyda, Sabtu (26/9/2026).

 

 

 

Hindari Temperature Danger Zone

 

Salah satu kunci utama keamanan pangan adalah menghindari rentang suhu berbahaya atau temperature danger zone, yaitu pada suhu 5 hingga 60 derajat Celsius. Pada rentang suhu ini, bakteri penyebab penyakit bawaan makanan (foodborne illness) dapat berkembang biak dengan sangat cepat.

Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi di rumah tangga meliputi:

 

  1. Membiarkan makanan terlalu lama berada di suhu ruang.
  2. Menyimpan makanan dalam wadah yang terlalu besar atau dalam sehingga pendinginan tidak merata.
  3. Tidak menutup wadah penyimpanan dengan rapat.
  4. Terlalu sering memanaskan ulang (reheating) makanan yang sama.
  5. Menyimpan makanan matang berdekatan dengan bahan mentah, yang memicu kontaminasi silang.

 

 

 

Terapkan Prinsip "2-4-74"

 

Untuk menekan risiko keracunan makanan sekaligus mengurangi food waste, Rosyda merekomendasikan masyarakat untuk menerapkan rumus 2-4-74:

  • 2 (Jam): Makanan mudah rusak tidak boleh dibiarkan lebih dari 2 jam di suhu ruang.
  • 4 (Derajat Celsius): Simpan makanan di dalam kulkas dengan suhu 4 derajat Celsius atau lebih rendah.
  • 74 (Derajat Celsius): Panaskan kembali makanan sisa hingga mencapai suhu minimal 74 derajat Celsius sebelum dikonsumsi.

 

Dengan menerapkan langkah penyimpanan yang tepat, kualitas gizi makanan tetap terjaga dan risiko penyakit akibat kontaminasi bakteri dapat dihindari. (ivan)