Tembus Peringkat Dua di Dunia Versi TasteAtlas, Ini Asal-usul Batagor Khas Bandung

kuliner | 07 Oktober 2026 18:37

Tembus Peringkat Dua di Dunia Versi TasteAtlas, Ini Asal-usul Batagor Khas Bandung
Cuanki dan Batagor Serayu Bandung. (dok kompas)

BANDUNG, PustakaJC.co - Batagor, kuliner legendaris khas Bandung, sukses menyabet peringkat kedua dalam daftar Top 100 Deep-fried Dishes in the World versi TasteAtlas per 15 September 2026. Makanan olahan tahu dan pangsit goreng ini berhasil mengantongi skor 4,4 dari skala 5, sejajar dengan Chikin asal Korea Selatan.

 

Cita rasa gurih batagor tak lepas dari sejarah panjang dan sentuhan akulturasi budaya. Kudapan ini berakar dari tradisi kuliner Tionghoa yang memadukan teknik pembuatan pangsit dengan selera lokal Indonesia. Jika pangsit ala Tionghoa umumnya dikukus atau direbus, masyarakat Bandung mengolah tahu dan pangsit isi adonan ikan ini dengan cara digoreng. Dilansir dari kompas.com, Rabu, (7/10/2026).

 

Nama batagor sendiri merupakan akronim dari "baso tahu goreng". Olahan ini mulai populer di Kota Kembang sekitar tahun 1970-an berkat kreativitas pedagang kaki lima. Sosok Haji Isan mencatatkan namanya sebagai salah satu pelopor yang mempopulerkan kudapan ini hingga dikenal luas oleh masyarakat.

 

 

Kini, batagor telah bertransformasi menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Bandung. Berbagai inovasi pun bermunculan, mulai dari batagor kuah kaldu, batagor seafood, hingga versi beku (frozen) yang praktis diboyong wisatawan.

 

Daftar 10 besar gorengan terbaik di dunia versi TasteAtlas:

1. Chikin (Korea Selatan) – Rating 4,4

2. Batagor (Indonesia) – Rating 4,4

3. Jalea (Peru) – Rating 4,4

4. Maakouda (Maroko) – Rating 4,4

5. Katsu kare (Jepang) – Rating 4,4

6. Fritto misto di pesce (Italia) – Rating 4,4

7. Karipap (Malaysia) – Rating 4,4

8. Karaage (Jepang) – Rating 4,3

9. Jiao yan you yu (China) – Rating 4,3

10. Malai kofta (India) – Rating 4,3

 

Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Bandung—dan Indonesia pada umumnya—sebagai salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di tingkat global. Keberhasilan batagor membuktikan bahwa kreativitas kuliner lokal berbahan sederhana mampu bersaing dan memikat selera internasional. (ivan)