Kebab Asli Turkiye Punya Ciri Khas, Berbeda dengan Versi yang Populer di Indonesia

kuliner | 02 November 2026 18:52

Kebab Asli Turkiye Punya Ciri Khas, Berbeda dengan Versi yang Populer di Indonesia
Kebab yang populer di Indonesia ternyata memiliki sejumlah perbedaan dengan kebab autentik dari negara asalnya yaitu Turkiye. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co – Kebab menjadi salah satu kuliner Timur Tengah yang cukup populer di Indonesia. Namun, kebab yang banyak dijumpai di Tanah Air ternyata memiliki sejumlah perbedaan dengan kebab autentik asal Turkiye, mulai dari komposisi isian hingga tekstur roti yang digunakan.

 

Pemilik restoran Turkuaz sekaligus koki asal Turkiye, Chef Sezai Zorlu, menjelaskan bahwa kebab tradisional Turkiye memiliki karakteristik yang lebih sederhana dibandingkan kebab yang populer di Indonesia. Dilansir dari kompas.com, Senin, (2/11/2026).

 

Menurut Sezai, doner kebab autentik umumnya tidak menggunakan banyak sayuran sebagai isian. Komposisi utamanya berupa daging yang disajikan bersama salad khas Turkiye.

 

“Doner kebab yang asli biasanya tidak pakai sayuran, tapi tergantung. Secara umum, kami punya sumac onion salad dan sejumlah tomat,” kata Sezai.

 

 

Sumac onion salad merupakan hidangan pendamping berupa irisan bawang bombai merah yang dicampur rempah sumak, minyak zaitun, garam, dan air perasan lemon.

 

“Jadi (isi kebab Turkiye) cuma daging dan salad. Itu saja,” jelasnya.

 

Perbedaan berikutnya terletak pada penggunaan saus. Kebab yang banyak dijual di Indonesia umumnya dilengkapi saus tomat dan mayones. Sementara itu, penggunaan mayones bukan bagian dari kebiasaan penyajian kebab autentik di Turkiye.

 

“Kalau kamu pergi ke restoran Turkiye dan di sana ada mayones, berarti itu bukan asli Turkiye,” ujar Sezai.

 

 

Untuk saus tomat, kebab Turkiye biasanya menggunakan racikan sendiri berbahan pasta tomat. Pasta tersebut diencerkan, kemudian diberi sedikit lada hitam dan daun salam.

 

“Pasta tomatnya diencerin, kemudian dikasih sedikit lada hitam dan daun salam. Sudah dikasih itu saja, saus tomat original,” katanya.

 

Selain isian dan saus, karakteristik roti yang digunakan juga menjadi pembeda. Di Indonesia, kulit kebab umumnya dipanggang hingga menghasilkan tekstur agak kering dan renyah.

 

Adapun roti kebab di Turkiye cenderung tetap lembut dan elastis meskipun telah melalui proses pemanggangan. Bagian luarnya memang bisa terasa sedikit garing, tetapi bagian dalamnya tetap mempertahankan tekstur roti yang lembut.

 

“ Dari luarnya aja keliatan crispy, dalamnya masih tekstur roti yang lembut,” tutur Sezai.

 

 

 

Sezai yang telah tinggal di Indonesia selama 27 tahun tersebut menjelaskan bahwa perbedaan itu memperlihatkan karakter penyajian kebab yang berkembang di masing-masing negara.

 

Dengan demikian, kebab yang populer di Indonesia tidak sepenuhnya sama dengan doner kebab tradisional Turkiye. Penyesuaian isian, saus, dan tekstur roti turut membentuk cita rasa kebab yang akrab dengan lidah masyarakat Indonesia. (ivan)