Sezai yang telah tinggal di Indonesia selama 27 tahun tersebut menjelaskan bahwa perbedaan itu memperlihatkan karakter penyajian kebab yang berkembang di masing-masing negara.
Dengan demikian, kebab yang populer di Indonesia tidak sepenuhnya sama dengan doner kebab tradisional Turkiye. Penyesuaian isian, saus, dan tekstur roti turut membentuk cita rasa kebab yang akrab dengan lidah masyarakat Indonesia. (ivan)