SURABAYA, PustakaJC.co – Kopi menjadi minuman favorit banyak orang karena dipercaya dapat meningkatkan energi dan membantu menjaga metabolisme tubuh. Namun, cara mengonsumsi kopi yang kurang tepat ternyata dapat memengaruhi kadar gula darah, terutama pada orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Ahli gizi terdaftar di The Ohio State University Wexner Medical Center, Candace Pumper, menjelaskan bahwa kopi tidak selalu menyebabkan lonjakan gula darah pada setiap orang. Respons tubuh dipengaruhi oleh kondisi biologis, waktu mengonsumsi kopi, hingga jumlah kafein dan bahan tambahan yang digunakan. Dilansir dari detik.com, Selasa, (7/7/2026).
Berikut tujuh kebiasaan minum kopi yang sebaiknya dihindari agar kadar gula darah tetap stabil.
1. Menambahkan gula secara berlebihan
Kebiasaan menambahkan beberapa sendok gula ke dalam kopi dapat meningkatkan asupan gula harian dan berisiko memicu lonjakan kadar gula darah.
2. Menggunakan krimer atau sirup manis
Krimer dan sirup berperisa umumnya mengandung gula tambahan yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, kandungan tersebut dapat meningkatkan asupan kalori dan gula.
3. Minum kopi saat perut kosong
Pada sebagian orang, mengonsumsi kopi sebelum makan dapat memengaruhi respons tubuh terhadap insulin sehingga berpotensi memengaruhi kadar gula darah.
4. Menikmati kopi bersama makanan tinggi gula
Mengonsumsi kopi bersamaan dengan donat, kue, atau makanan manis lainnya dapat meningkatkan jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh sekaligus.
5. Mengonsumsi kopi secara berlebihan
Asupan kafein yang terlalu tinggi juga dapat memengaruhi respons gula darah pada sebagian individu, terutama mereka yang sensitif terhadap kafein.
6. Memilih kopi kemasan yang tinggi gula
Banyak minuman kopi siap saji mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup besar. Karena itu, penting untuk membaca informasi nilai gizi sebelum mengonsumsinya.
7. Tidak menyesuaikan konsumsi kopi dengan kondisi kesehatan
Bagi penderita diabetes atau pradiabetes, konsumsi kopi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan mengikuti saran tenaga kesehatan.
Candace Pumper menegaskan bahwa efek kopi terhadap gula darah tidak sama pada setiap orang. Faktor biologis, waktu konsumsi, serta jenis kopi yang diminum menjadi penentu utama bagaimana tubuh merespons minuman tersebut.
Agar tetap memperoleh manfaat kopi tanpa meningkatkan risiko lonjakan gula darah, masyarakat disarankan memilih kopi tanpa tambahan gula, membatasi penggunaan pemanis dan krimer, serta mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, kopi tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari gaya hidup sehat tanpa mengabaikan kesehatan tubuh, terutama dalam menjaga kadar gula darah tetap terkendali. (ivan)