SURABAYA, PustakaJC.co - Jawa Timur kembali menghidupkan tradisi siskamling. Usai kericuhan dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, Kemendagri dan Pemprov Jatim menegaskan pentingnya peran masyarakat menjaga keamanan di lingkungannya.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menegaskan perlunya mengaktifkan kembali siskamling di seluruh wilayah Jawa Timur. Langkah ini sebagai upaya menjaga kondusivitas pasca terjadinya aksi ricuh di sejumlah daerah. Dikansir dari detik.com, Kamis, (11/9/2025).
“Kita fokus mengaktifkan siskamling pada tatanan RT/RW untuk dihidupkan lagi dan disempurnakan. Forkopimda Jatim sudah memberi masukan, ini akan kita tindaklanjuti menjadi kebijakan yang tepat,” jelas Teguh di Kantor Gubernur Jatim, Kamis, (11/9/2025).
Menurut Teguh, sebagian pos siskamling memang masih aktif. Namun, formula pelaksanaannya perlu ditingkatkan agar benar-benar efektif menjaga keamanan. Daerah yang sempat mengalami aksi anarkis mendapat perhatian khusus untuk segera menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan ini.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menyebut ada 145 ribu pos siskamling di Jawa Timur yang siap diaktifkan kembali. Ia menilai siskamling bukan hal baru, tetapi harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Siskamling ini kan bukan sesuatu yang baru. Tapi perwakilan Kodam Brawijaya menyampaikan perlu ada peremajaan. Generasi milenial dan Gen Z juga perlu digugah agar ikut aktif. Jadi ini bukan hanya soal menjaga keamanan, tapi juga membangun kepedulian sosial,” kata Emil.
Emil menambahkan, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, sudah 25 daerah yang merespons surat edaran Kemendagri terkait pengaktifan siskamling. Ia berharap seluruh wilayah segera bergerak.
“Prinsip Jawa Timur akan semaksimal mungkin. Kita harap dalam waktu yang sesingkat-singkatnya total 38 kabupaten/kota bisa menindaklanjuti. Kita juga fokus meremajakan anggota siskamling agar tetap bisa bergantian tanpa mengganggu aktivitas keesokan harinya,” ujarnya.
Pengaktifan kembali siskamling di Jawa Timur bukan hanya sekadar respons atas insiden ricuh, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sosial di tingkat paling bawah. Dengan 145 ribu pos siskamling yang tersebar di hampir seluruh wilayah, peran serta masyarakat menjadi kunci terciptanya rasa aman dan nyaman di lingkungan masing-masing. (ivan)